DOMPU, samawarea.com (5 Juni 2026) – Personel Polsek Woja bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait ditemukannya seorang perempuan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah lapak penjualan jagung di wilayah Tekasire, Dusun Mada Oi U’a, Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Rabu (3/6).
Korban diketahui berinisial N (55), warga Dusun Mada Oi U’a yang sehari-hari berjualan jagung rebus. Korban ditemukan sekitar pukul 17.25 Wita dalam kondisi terbaring di belakang lapak miliknya.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, korban pertama kali diketahui oleh seorang pengendara yang melintas, yang kemudian diberitahukan kepada warga sekitar yang selanjutnya melakukan pengecekan.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemas dan mengeluarkan busa dari mulut. Di sekitar lokasi ditemukan kemasan herbisida jenis Lannate 25 WP serta sebuah botol air mineral yang berisi cairan yang diduga telah dicampur dengan bahan tersebut.
Menerima laporan warga, Kapolsek Woja IPTU Muh. Norkurniawan, S.H., langsung memerintahkan personel piket menuju lokasi untuk melakukan tindakan kepolisian.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan patroli menuju RSUD Dompu guna mendapatkan penanganan medis. Selain itu, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar korban.
“Kami langsung merespons laporan warga dengan mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang-barang yang ditemukan di sekitar korban, serta mengevakuasi korban ke RSUD Dompu untuk mendapatkan pemeriksaan medis secara menyeluruh,” ujar IPTU Norkurniawan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan peristiwa berjalan sesuai prosedur serta memberikan kepastian kepada keluarga maupun masyarakat.
Setibanya di RSUD Dompu, tim medis melakukan pemeriksaan menggunakan alat Elektrokardiogram (EKG). Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan aktivitas denyut jantung pada korban. Atas permintaan keluarga, petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan dan visum.
Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh di lapangan, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk melengkapi administrasi penyelidikan.
Pihak keluarga korban telah menerima dan mengikhlaskan peristiwa tersebut serta menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengapresiasi kesigapan personel Polsek Woja dalam menangani kejadian tersebut.
“Kami mengapresiasi kesigapan Kapolsek Woja beserta seluruh personel yang dengan cepat merespons laporan masyarakat, melakukan evakuasi korban, mengamankan lokasi kejadian, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga korban,” ujarnya.
Menurut IPTU Nyoman, langkah cepat tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat agar setiap peristiwa dapat ditangani secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur yang berlaku.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta memperkuat komunikasi dalam keluarga guna mencegah terjadinya peristiwa serupa. (SR)





