Musda V IJTI NTB, akankah jadi pertarungan perusahaan media?

oleh -1494 Dilihat

Mataram Samawarea.com ( 19/12/2023)

Tiga tahun terlewati, Siti Faridha Andi Patiroi sebagai Ketua Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi NTB, akan purna tugas di penghujung tahun 2023. Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua dan pengurus barupun siap dihelat pada tanggal 22 – 23 Desember mendatang.

Konsolidasi lintas perusahaan media yang menjadi anggota organisasi profesi ini mulai dilakukan, untuk meregenerasi ataukah akan melanjutkan nahkoda IJTI NTB yang kini berada ditangan Siti Faridha. Beragam aspirasipun mencuat tentang seperti apa IJTI NTB ketika dipimpin Kepala Biro iNews di Mataram tersebut. Ada yang mengungkapkannya langsung sebagai sebuah kritikan dan masukan, namun ada juga yang menyampaikannya secara tak langsung untuk mendukung terwujudnya regenerasi ditubuh organisasi jurnalis televisi itu.

Baca Juga  Tambah 8, Pasien Covid yang Sembuh di NTB Berjumlah 30 Orang   

“Memang selama ini program kerja seperti janjinya saat terpilih menjadi Ketua dulu terlaksana. Tapi tidak banyak melibatkan anggota secara menyeluruh, sehingga kami sebagai anggota kurang merasakan pengaruhnya sebagai bagian dari organisasi. Jadi menurut saya ganti ketua dan pengurus akan bagus,” ucap salah seorang anggota yang meminta agar tidak disebutkan nama.

Dari kritikan tersebut tidak sedikit juga anggota IJTI NTB yang menganut slogan “lanjutkan” untuk masa kepemimpinan Siti Faridha sebagai pemegang nahkoda. “IJTI saat ini sangat baik, roda organisasi berjalan bagus. Sosok Ketua perempuan saat ini merupakan referesentasi srikandi jurnalis televisi di NTB. Tidak mudah menyatukan keinginan seluruh anggota yang didominasi para laki – laki. Ya pastinya mereka akan tetap merasa tidak dilibatkan, padahal yang dilakukan pengurus saat ini sudah transparan,” ujar anonim.

Baca Juga  Cabang Atletik Unggulan NTB di PON Papua 2021

Terkait dengan evaluasi, disampaikan mereka tentunya setiap jajaran anggota punya penilaian berbeda namun seluruh laporan program yang telah terlaksana akan disampaikan saat Musda ke 5 nanti. Dan yang utama ditegaskan mereka, adalah nilai kepantasan dari sosok pemegang nahkoda IJTI haruslah layak secara financial.

“IJTI ini adalah organisasi besar diakui pemerintah melalui Dewan Pers, bukan kelas forum dan sebagainya. Sehingga sosok ketua itu haruslah sudah layak financial dulu, jadi tidak mencari keuntungan dari organisasi,” kata mereka.

mahkota rokok NU
Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *