Kejar Perbaikan Stunting hingga Akhir 2026, Pemkab Sumbawa Andalkan Gerakan Orang Tua Asuh

oleh -79 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 November 2026) – Pernah mencatat capaian membanggakan dalam penanganan stunting di tingkat nasional, Kabupaten Sumbawa kini justru menghadapi pekerjaan rumah serius. Kinerja penanganan stunting mengalami penurunan sehingga membutuhkan penguatan intervensi dan keterlibatan lebih luas dari seluruh elemen masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mendorong Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai salah satu strategi mempercepat penurunan stunting hingga akhir tahun 2026.

Komitmen itu mengemuka saat Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Sumbawa yang juga Plt. Kepala Dinas P2KBP3A, Rachman Ansori, M.SE., membuka kegiatan GENTING di Aula Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri kepala OPD serta para camat.

Dalam sambutannya, Rachman Ansori mengingatkan bahwa persoalan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi atau pemerintah semata. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama, termasuk dengan mendorong semakin banyak masyarakat menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

“Pemerintah daerah bukan hanya pemerintah saja, tetapi tugas kita semua. Mudah-mudahan semakin banyak orang tua asuh yang bergabung sebagai salah satu upaya mencegah stunting,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan orang tua asuh yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa akan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjangkau keluarga sasaran. Gerakan ini juga diharapkan menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa.

Rachman secara terbuka mengakui bahwa Kabupaten Sumbawa pernah memiliki capaian baik dalam penanganan stunting secara nasional. Namun, kinerja tersebut mengalami penurunan. Kondisi ini menjadi alasan perlunya langkah lebih serius agar upaya penanganan tidak berjalan stagnan.

Melalui GENTING, pemerintah daerah menargetkan penguatan intervensi sekaligus perbaikan angka stunting hingga penghujung 2026.

Persoalan stunting, menurutnya, juga tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun fasilitas fisik. Penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan program menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Hal itu disampaikannya sekaligus menanggapi rencana perubahan nomenklatur organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menegaskan bahwa penyesuaian kelembagaan bukan berarti menghentikan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, melainkan sebagai upaya penataan agar pelaksanaan program dan tata kelola semakin baik.

“Tanpa pemberdayaan, pembangunan itu hanya sekadar bangunan saja. Kita membangun banyak Puskesmas, tetapi kalau tidak ada tenaga kesehatannya, tentu sia-sia,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa, dr. Nieta Aryani, mengatakan kegiatan GENTING diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sosialisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini harus mampu melahirkan calon orang tua asuh yang siap terlibat dalam intervensi terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Menurutnya, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut, yakni meningkatkan pemahaman peserta terhadap program inovasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, mempersiapkan calon orang tua asuh, serta memperkuat evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan program.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Sebab, keberhasilan GENTING sangat bergantung pada sejauh mana informasi dan pemahaman program dapat menjangkau seluruh wilayah serta kelompok sasaran.

“Kalau informasi dan pemahamannya sudah masif, maka kita bisa berjalan dan bekerja bersama. Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu menurunkan stunting di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Dengan demikian, tantangan pemerintah daerah ke depan bukan hanya memperbanyak orang tua asuh, tetapi memastikan gerakan tersebut benar-benar berujung pada intervensi nyata bagi keluarga berisiko stunting.

GENTING diharapkan menjadi gerakan kolaboratif lintas sektor yang mampu memperkuat kepedulian masyarakat, memperluas jangkauan pendampingan, dan mendorong perbaikan penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa demi melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas. (SR) 

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *