Warga Usar Mapin Kecewa: Alfamart dan Indomaret Dinilai Cuma Datang Ambil Untung, Tak Mau Dukung Karapan Kerbau

oleh -193 Dilihat

 

Sumbawa. Samawarea. Com (06/11/2026) Kekecewaan warga Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat, terhadap keberadaan ritel modern Alfamart dan Indomaret di wilayah mereka mulai mencuat. Kedua ritel tersebut dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap kegiatan besar masyarakat berupa Karapan Kerbau dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Desa Usar Mapin.

Padahal, kegiatan tersebut bukan acara kecil. Karapan kerbau menghadirkan para pecinta dan komunitas dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Ribuan mata dan aktivitas ekonomi pun ikut bergerak di tengah masyarakat.

Namun, di tengah semangat warga bergotong royong menyukseskan kegiatan, dua ritel modern tersebut justru dinilai tidak memberikan dukungan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

“Kalau mau datang ambil untung saja di kampung halaman kami, lebih baik angkat kaki dari sini,” tegas Riken, salah seorang warga Usar Mapin yang aktif bergotong royong mempersiapkan kegiatan.

Menurut Riken, masyarakat tidak hanya bekerja dengan tenaga, tetapi juga rela menyumbangkan sebagian hasil usaha mereka untuk menyukseskan acara desa. Ia sendiri mengaku ikut berkontribusi dari hasil penjualan buah yang menjadi sumber penghasilannya.

Ironisnya, kata dia, usaha kecil milik masyarakat setempat justru menunjukkan kepedulian yang jauh lebih besar dibandingkan ritel modern yang memiliki jaringan bisnis besar.

“Warga kecil saja mau membantu, baik dengan uang, tenaga maupun pikiran. Masa toko sebesar itu tidak mau mendukung kegiatan masyarakat di tempat mereka mencari keuntungan?” ujarnya.

Kekecewaan serupa disampaikan Ketua Panitia Karapan Kerbau, Sadam Husen. Ia mengatakan, panitia sebenarnya sudah mengundang Alfamart dan Indomaret untuk terlibat dalam kegiatan tersebut sekaligus meminta dukungan.

Namun, menurut Sadam, permintaan tersebut tidak mendapatkan dukungan dana.

“Kami sudah mengundang kedua ritel modern tersebut dan meminta dukungan dana, tetapi tidak ada sepeser pun,” kata Sadam.

Sadam mengaku menyayangkan sikap tersebut. Sebab, menurutnya, kegiatan Karapan Kerbau bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga bagian dari kegiatan desa yang menggerakkan ekonomi warga dan memperkenalkan Usar Mapin kepada masyarakat dari luar daerah.

Yang membuat panitia semakin prihatin, justru kios-kios kecil milik warga Usar Mapin menunjukkan kepedulian nyata. Mereka tidak hanya memberikan sumbangan, tetapi juga turun langsung bergotong royong mempersiapkan kegiatan hingga acara berhasil dilaksanakan.

“Sedangkan kios-kios kecil di Usar Mapin bukan hanya menyumbangkan uang, tetapi juga menyumbangkan tenaga dan ikut bergotong royong menyukseskan acara. Alhamdulillah, kegiatan akhirnya berhasil terlaksana,” tegasnya.

Kritik warga tersebut pada akhirnya bukan sekadar soal nominal bantuan. Mereka mempertanyakan kepedulian perusahaan besar terhadap lingkungan sosial tempat mereka menjalankan usaha.

Bagi masyarakat Usar Mapin, ketika keuntungan ekonomi bisa diraih dari sebuah kampung, maka sudah semestinya ada kepedulian yang kembali diberikan kepada masyarakat kampung tersebut.

Karena bagi warga, jangan hanya datang ketika ada pembeli. Ketika masyarakat punya hajatan, kepedulian juga seharusnya hadir.

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *