MATARAM, samawarea.com (12 September 2026) — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sejarah baru dengan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri.
Pelaksanaan yang berlangsung di Mataram tersebut mendapat apresiasi dari PWI Pusat. Selain menjadi momentum penguatan profesionalisme wartawan di daerah, kegiatan itu juga dinilai sebagai pelaksanaan UKW mandiri dengan jumlah peserta terbesar sepanjang sejarah PWI.
Wakil Ketua Umum PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko, memberikan apresiasi atas semangat jajaran pengurus dan anggota PWI NTB yang mampu menyelenggarakan kegiatan secara mandiri dengan partisipasi peserta yang cukup tinggi.
“Sampai saat ini, ini adalah pelaksanaan UKW mandiri terbesar sepanjang sejarah. Kami memohon agar Pemerintah Provinsi NTB dapat terus membantu dan mendukung PWI NTB, terutama dalam persiapan menuju Porwanas di Lampung tahun 2027 mendatang,” ujar Joko saat menutup kegiatan.
UKW mandiri tersebut diikuti 44 wartawan, jauh melampaui target awal yang hanya direncanakan dua kelas. Sementara peserta pembukaan OKK mencapai sekitar 120 orang.
Sekretaris PWI NTB, Fachrul Mustofa, mengatakan tingginya partisipasi peserta menjadi bukti kuatnya semangat wartawan NTB untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat organisasi.
“Alhamdulillah, semua badai terlampaui dan kita bisa gelar hari ini,” kata Fachrul.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi PWI NTB setelah melalui berbagai dinamika organisasi selama lebih dari satu tahun terakhir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PWI Pusat yang hadir langsung dalam kegiatan, baik sebagai narasumber maupun penguji, di antaranya Joko Tetuko, Parasakti dan Edu.
Fachrul menjelaskan, pelaksanaan UKW secara mandiri tersebut tidak terlepas dari arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, yang memberikan petunjuk mengenai mekanisme penyelenggaraan ketika PWI NTB melakukan konsultasi.
OKK sendiri menjadi bagian penting dalam penguatan organisasi. Selain berkaitan dengan keanggotaan PWI, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bagian yang harus dipenuhi wartawan untuk mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.
Sekda: Wartawan Harus Punya “Rem”
Hadir dalam penutupan kegiatan, Sekda NTB Abul Chair turut mengapresiasi langkah PWI NTB dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah membuat tantangan jurnalistik semakin kompleks. Terlebih, kehadiran artificial intelligence (AI) dan media sosial membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat dan dapat dilakukan siapa saja.
Karena itu, wartawan dituntut tidak sekadar menjadi pihak yang paling cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu memastikan fakta, memahami konteks dan menjaga etika.
“Wartawan yang baik itu tidak hanya cepat mendapat berita, tapi juga harus mendapatkan fakta, tepat memahami konteks, dan bijak menyampaikan kepada publik,” tegas Abul Chair.
Ia mengibaratkan wartawan sebagai pengemudi di jalan raya informasi. Kecepatan, kata dia, harus selalu diimbangi dengan kendali agar wartawan tidak terjebak pada fenomena mengejar viralitas semata.
“Kalau hanya punya gas tapi tidak punya rem, tentu masalah juga. Maka etika jurnalistik itulah remnya,” ujarnya.
Menurut Abul Chair, peningkatan kompetensi melalui UKW dan penguatan wawasan organisasi melalui OKK diharapkan mampu melahirkan wartawan yang profesional, kritis, konstruktif, independen dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan OKK dan UKW mandiri PWI NTB tersebut sekaligus menjadi pijakan penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta mempersiapkan kontingen NTB menghadapi Porwanas 2027 di Lampung. (SR)






