SUMBAWA BESAR, samawarea.com (31 Oktober 2026) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, mengajak para lulusan Universitas Samawa (UNSA) untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Para wisudawan dan wisudawati diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, berinovasi, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati yang disapa Haji Jarot saat menghadiri Upacara Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar, Sabtu (31/10)
Menurutnya, wisuda bukan sekadar keberhasilan mahasiswa, melainkan buah perjuangan bersama antara mahasiswa, orang tua, dosen, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan pendidikan.
Di balik toga yang dikenakan para lulusan, kata Bupati, terdapat perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Ada pengorbanan biaya pendidikan, perjuangan menyelesaikan tugas hingga larut malam, serta doa orang tua yang tidak pernah putus demi masa depan anak-anaknya.
Namun, Bupati mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah para lulusan meninggalkan kampus.
Ia menggambarkan dunia saat ini tengah mengalami perubahan yang sangat cepat. Konflik geopolitik di berbagai kawasan, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina, telah memicu ketidakpastian ekonomi, mengganggu rantai pasok, serta memengaruhi stabilitas energi dan harga komoditas.
Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, bahkan mengambil keputusan.
Kondisi tersebut membuat dunia kerja yang dihadapi para wisudawan saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Sejumlah pekerjaan mengalami perubahan, sebagian pekerjaan lama berkurang, sementara peluang-peluang baru terus bermunculan.
“Jangan berhenti belajar hanya karena sudah mendapatkan gelar sarjana atau magister. Ijazah adalah bukti bahwa saudara pernah menyelesaikan pendidikan, tetapi kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, dan menyelesaikan persoalan nyata adalah yang akan menentukan masa depan saudara,” pesannya.
Ia menegaskan, Sumbawa tidak cukup hanya melahirkan sarjana yang pandai menjawab soal ujian, tetapi membutuhkan lulusan yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi dan berbangsa. Ia menyinggung dinamika penyampaian aspirasi mahasiswa di Jakarta dan Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir, termasuk aksi pada 28 Oktober 2026.
Berbagai persoalan disuarakan mahasiswa, mulai dari kebijakan pemerintah, lingkungan, pendidikan hingga penegakan hukum. Ia juga menyinggung aksi di Yogyakarta yang berujung kericuhan dan menimbulkan korban luka.
Menurut Bupati, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kekuatan moral, intelektual, sekaligus pengawal demokrasi. Kritik dan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat.
Pemerintah, lanjutnya, membutuhkan suara masyarakat, termasuk mahasiswa, agar kebijakan yang diambil tidak terlepas dari kenyataan dan kebutuhan di lapangan.
Meski demikian, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.
“Kritik harus disertai gagasan, keberanian harus disertai kebijaksanaan, dan semangat perubahan tidak boleh kehilangan penghormatan terhadap kemanusiaan serta hukum,” tegasnya.
Ia berharap para wisudawan UNSA menjadi generasi yang kritis, tetapi tidak mudah terprovokasi, berani menyampaikan kebenaran dengan tetap santun, serta memiliki idealisme kuat sekaligus mampu menawarkan solusi.
“Jangan hanya menjadi generasi yang pandai mengomentari keadaan. Jadilah generasi yang ikut memperbaiki keadaan,” tandasnya.
Lebih jauh, Bupati menegaskan Kabupaten Sumbawa membutuhkan kontribusi nyata dari para lulusan perguruan tinggi untuk mengoptimalkan berbagai potensi daerah.
Sumbawa memiliki sumber daya dan peluang besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, pertambangan, serta berbagai sektor ekonomi produktif lainnya.
Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis menjadi kesejahteraan masyarakat apabila tidak dikelola dengan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan kemampuan kewirausahaan.
Karena itu, setiap disiplin ilmu memiliki ruang kontribusi dalam pembangunan daerah. Lulusan ekonomi dibutuhkan untuk memperkuat pengelolaan usaha dan keuangan. Lulusan pendidikan berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sementara lulusan ilmu sosial dan politik dibutuhkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.
Demikian pula lulusan dari bidang ilmu lainnya yang diharapkan mampu mengambil peran sesuai kompetensi masing-masing.
Bupati menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini terus mendorong terwujudnya visi pembangunan Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera melalui 12 program unggulan dan 45 program prioritas daerah.
Untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran, pemerintah daerah membutuhkan dukungan perguruan tinggi melalui kajian akademik, data yang akurat, inovasi, serta evaluasi yang objektif.
Dalam konteks tersebut, ia berharap Universitas Samawa tidak hanya menjadi lembaga yang mencetak lulusan, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemikiran, pusat inovasi, dan mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Menutup sambutannya, Bupati kembali menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi menjadi bekal meraih masa depan yang lebih baik sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (SR)







