SUMBAWA BESAR, samawarea.com (31 Oktober 2026) – Universitas Samawa (UNSA) terus mematangkan langkah pengembangan institusi pendidikan tinggi. Salah satu agenda besar yang tengah dipersiapkan adalah pembukaan Fakultas Kedokteran serta Program Studi Kebidanan pada Fakultas Kesehatan.
Rencana strategis tersebut disampaikan Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., dalam sambutannya pada Upacara Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana UNSA, Sabtu (31/10/2026).
Rektor mengungkapkan, rencana pendirian Fakultas Kedokteran telah mendapat restu Bupati Sumbawa serta dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal.
Sebagai bentuk keseriusan dalam merealisasikan rencana tersebut, pada 17–18 Oktober 2026, tim UNSA yang difasilitasi Direktur Eksekutif Matadata Institut, Nurdin Ranggabarani, telah menyerahkan hasil studi kelayakan pendirian Fakultas Kedokteran.
Nurdin Ranggabarani sendiri dipercaya oleh UNSA sebagai Ketua Pengarah Pembukaan Program Kedokteran.
Menurut Prof. Ude–sapaan akrabnya, kehadiran Fakultas Kedokteran dan Program Studi Kebidanan nantinya bukan hanya menjadi tonggak penting bagi pengembangan UNSA, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa maupun Pulau Sumbawa secara umum.
“Ini tentunya akan menjadi legasi bagi Bapak Gubernur, Ibu Wakil Gubernur dan Bupati Sumbawa, demi kemajuan Kabupaten Sumbawa dan Pulau Sumbawa ke depan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembukaan program studi baru tersebut merupakan bagian dari komitmen UNSA dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas, terutama tenaga profesional di bidang kesehatan.
Dengan hadirnya Fakultas Kedokteran di UNSA, diharapkan generasi muda Sumbawa dan Pulau Sumbawa ke depan memiliki kesempatan lebih luas untuk menempuh pendidikan kedokteran tanpa harus meninggalkan daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pembangunan daerah. (SR)






