Kades Menemeng: Touring Camp PWI ke Sembalun Hadirkan Gambaran Menarik tentang Pengembangan Wisata Kerakyatan di Brang Ene

oleh -179 Dilihat

Sumbawa Barat.Samawarea.Com ( 14/6/2026) Kegiatan Touring Camp yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke kawasan wisata Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, memberikan banyak inspirasi dan wawasan baru bagi para peserta yang hadir. Salah satu yang merasakan langsung manfaat dari kegiatan tersebut adalah Kepala Desa Menemeng, Jayadi, yang turut mengikuti rangkaian acara dan melihat secara langsung bagaimana konsep wisata kerakyatan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Menurut Jayadi, pengalaman selama berada di Sembalun memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai potensi besar yang dapat dikembangkan di wilayah Kecamatan Brang Ene, khususnya di Desa Menemeng, Desa Kelimantong, dan Desa Mujahidin. Ia menilai keberhasilan Sembalun dalam mengelola potensi alam, budaya, dan keterlibatan masyarakat menjadi contoh nyata yang patut diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.

“Kegiatan Touring Camp PWI ke Sembalun menghadirkan gambaran yang sangat menarik tentang bagaimana wisata kerakyatan dapat tumbuh dan berkembang jika dikelola dengan baik. Kami melihat langsung bagaimana masyarakat menjadi pelaku utama dalam pembangunan sektor wisata, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh warga,” ungkap Jayadi.

Ia menjelaskan bahwa konsep wisata kerakyatan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas wisata semata, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam setiap proses pengembangan. Mulai dari penyediaan homestay, pengelolaan destinasi, penyediaan kuliner lokal, hingga pengembangan produk UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

Menurutnya, potensi yang dimiliki Desa Menemeng, Desa Kelimantong, dan Desa Mujahidin tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain yang telah lebih dulu berkembang. Keindahan alam, suasana pedesaan yang masih asri, kearifan lokal masyarakat, serta berbagai potensi pertanian dan budaya dapat menjadi modal utama dalam membangun destinasi wisata berbasis masyarakat.

Jayadi mengatakan, hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi bagi pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun langkah-langkah strategis pengembangan wisata di wilayah Brang Ene. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan berbagai pihak lainnya dapat terjalin dengan baik untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

“Kami optimistis wisata kerakyatan bisa menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Apa yang kami lihat di Sembalun membuktikan bahwa ketika masyarakat diberi ruang dan kesempatan untuk terlibat secara aktif, maka pariwisata dapat menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jayadi menegaskan bahwa pembangunan wisata kerakyatan yang direncanakan di tiga desa tersebut nantinya akan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Pengembangan yang dilakukan tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga identitas daerah agar tetap menjadi daya tarik yang autentik dan berkelanjutan.

Kegiatan Touring Camp PWI sendiri dinilai menjadi sarana yang sangat positif dalam membuka wawasan para peserta mengenai berbagai model pembangunan daerah yang berhasil diterapkan di tempat lain. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan menggali berbagai inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Dengan semangat yang diperoleh dari kunjungan ke Sembalun, Jayadi berharap pengembangan wisata kerakyatan di Desa Menemeng, Desa Kelimantong, dan Desa Mujahidin dapat segera diwujudkan secara bertahap. Ia meyakini bahwa jika seluruh elemen masyarakat bersatu dan memiliki visi yang sama, maka kawasan Brang Ene berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumbawa Barat yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat setempat.

“Pengalaman di Sembalun menjadi motivasi besar bagi kami. Kami melihat bagaimana wisata kerakyatan mampu mengangkat perekonomian warga dan menciptakan banyak peluang usaha. Semoga konsep serupa dapat kita bangun dan kembangkan di Menemeng, Kelimantong, dan Mujahidin untuk kesejahteraan masyarakat Brang Ene,” tutup Jayadi.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *