Aplikasi Kre Alang Resmi Diluncurkan, Ketua Dekranasda Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya

oleh -131 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Agustus 2026) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., secara resmi meluncurkan aplikasi Kre Alang dalam kegiatan Launching Pameran Aplikasi Kre Alang di Aula SMK Negeri 1 Sumbawa, Rabu (5/8).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pajatu Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri,  M.Si, penerima Dana Indonesiana Dwi Rizka Harriami, S.Pd., Gr., I., M.A., para penenun, organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai pihak terkait.

Dalam sambutannya, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot memberikan apresiasi kepada Dwi Rizka Harriami beserta tim yang berhasil meraih Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Tahun 2025. Menurutnya, memperoleh hibah kompetitif tingkat nasional bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan gagasan yang kuat, keberanian berinovasi, dan komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dunia kampus tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pelestarian budaya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kre Alang bukan sekadar kain tenun, melainkan identitas masyarakat Sumbawa atau Tau Samawa. Namun di tengah perkembangan teknologi, tantangan terbesar adalah bagaimana mengenalkan sekaligus menjaga warisan budaya tersebut di kalangan generasi muda.

“Jika budaya tidak hadir di ruang digital, maka budaya akan semakin jauh dari generasi digital. Karena itu saya sangat menyambut baik lahirnya aplikasi ini. Digitalisasi bukan berarti meninggalkan tradisi, justru menjadi cara baru menjaga tradisi agar tetap hidup,” tegasnya.

Ketua Dekranasda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Kre Alang tidak hanya sebagai simbol inovasi, tetapi juga sebagai ruang belajar, katalog digital, media promosi, arsip budaya, sekaligus jembatan yang menghubungkan para penenun dengan pembeli.

Lebih jauh, aplikasi tersebut diharapkan mampu menjadi penghubung antara generasi tua yang mewariskan budaya dengan generasi muda yang akan melanjutkan dan mengembangkannya.

Sementara itu, Dwi Rizka Harriami menjelaskan bahwa aplikasi Kre Alang dikembangkan sebagai upaya melestarikan budaya Sumbawa, khususnya kain tenun Kre Alang yang menjadi identitas Tau Samawa.

“Aplikasi ini memuat sejarah Kre Alang Sumbawa, tata cara penggunaan, jenis-jenis motif beserta maknanya. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui aplikasi Android ‘Kre Alang’ yang tersedia dan dapat diunduh di Google Play Store,” jelasnya.

Melalui digitalisasi ini, diharapkan kekayaan budaya tenun Kre Alang semakin dikenal luas, tidak hanya oleh masyarakat Sumbawa, tetapi juga oleh generasi muda dan masyarakat Indonesia secara umum, sehingga warisan budaya daerah tetap lestari di tengah perkembangan era digital. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *