Sekolah Pilar Muda Jadi Ruang Tumbuh Generasi Kritis dan Berintegritas di Kabupaten Sumbawa

oleh -187 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Mei 2026) — Semangat kepemimpinan dan kepedulian sosial generasi muda Kabupaten Sumbawa terlihat dalam kegiatan Meet The Leaders Sekolah Pilar Muda yang berlangsung di La Grande Ballroom, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan hasil kerja sama MPR RI dan MY Institute tersebut dihadiri pelajar dan pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa yang tergabung sebagai delegasi terpilih Sekolah Pilar Muda.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara generasi muda dengan para tokoh nasional untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari kepemimpinan, kebangsaan, tantangan generasi muda, hingga peran pemuda dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Acara dimulai sejak pukul 08.00 Wita dengan pemutaran bumper opening dan penampilan tari kreasi. Suasana semakin semarak melalui pemutaran video profil Sekolah Pilar Muda sekaligus pengenalan para delegasi yang telah melewati tahapan seleksi dan pembinaan.

Kegiatan kemudian dipandu oleh MC Subhan Azharullah, S.Pd., sebelum seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan dan persatuan.

Kepala Sekolah Pilar Muda, Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A. dalam sambutannya menegaskan bahwa Sekolah Pilar Muda hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Ia menjelaskan, lahirnya Sekolah Pilar Muda berawal dari hasil angket pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang menunjukkan kebutuhan anak muda Sumbawa terhadap ruang interaktif untuk menyampaikan gagasan dan pandangan mereka.

“Banyak generasi muda yang ingin terlibat langsung dalam proses perubahan sosial, tetapi belum memiliki ruang yang memadai untuk mengembangkan potensinya,” ujarnya.

Karena itu, Sekolah Pilar Muda dirancang sebagai ruang pembelajaran yang netral dari kepentingan politik dan berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Miftah juga menyoroti kondisi demografi Kabupaten Sumbawa yang didominasi Generasi Z dan Generasi Alpha. Menurutnya, kondisi itu menjadi peluang besar apabila generasi muda dipersiapkan dengan baik.

Namun di sisi lain, ia mengingatkan bahwa bonus demografi dapat berubah menjadi tantangan apabila anak muda kehilangan arah di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial.

Ia menilai rendahnya literasi, budaya instan, kecanduan media sosial, pengangguran muda, hingga menurunnya kepedulian sosial menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Melalui program Sekolah Pilar Muda, para delegasi tidak hanya mengikuti diskusi, tetapi juga didorong melakukan riset, menulis esai, dan memahami secara langsung persoalan lingkungan, pangan, serta sosial di daerah masing-masing.

Hasil pemikiran para peserta nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, proyek sosial para delegasi juga akan didampingi selama satu tahun sebagai bentuk pembinaan kepemimpinan yang berkelanjutan.

Setelah sambutan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow Meet The Leaders yang dimoderatori Lalu Ahmad Taubih, S.AP., M.Sc., CHCM.

Forum dialog tersebut menghadirkan Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM, bersama Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.SIPh sebagai narasumber.

Dalam talkshow tersebut, para narasumber membahas tantangan generasi muda di era modern, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, hingga dinamika politik dan ekonomi global.

Para peserta diajak memahami bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman, tetapi harus menjadi pelaku utama pembangunan bangsa.

Diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta juga diajak memahami pentingnya kepemimpinan, nilai kebangsaan, ketahanan pangan, kepedulian lingkungan, serta kontribusi nyata pemuda dalam kehidupan sosial.

Sherly Annavita Rahmi menyoroti pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat.

Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, pengembangan diri, dan perubahan sosial, bukan sekadar tempat hiburan semata.

Sementara itu, Johan Rosihan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah prosesi penyematan pin kepada seluruh delegasi Sekolah Pilar Muda.

Penyematan dilakukan langsung oleh Johan Rosihan bersama Miftahul Arzak dan Sherly Annavita Rahmi. Para delegasi dipanggil satu per satu berdasarkan regional, mulai dari Regional 1 hingga Regional 10.

Prosesi tersebut menjadi simbol tanggung jawab dan komitmen para peserta sebagai bagian dari generasi muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan masyarakat dan daerah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pidato perwakilan delegasi yang disampaikan Remon Aksa Dinata dari Regional 7.

Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh generasi muda Sumbawa menjadi pemuda yang tidak hanya aktif berdiskusi, tetapi juga mampu menghadirkan tindakan nyata bagi masyarakat dan daerah.

Menurutnya, Sekolah Pilar Muda lahir dari keresahan terhadap banyaknya gagasan yang berhenti di ruang diskusi tanpa aksi nyata di lapangan.

Karena itu, melalui program tersebut para delegasi dibentuk menjadi generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam persoalan daerah.

Ia juga menjelaskan bahwa selama masa karantina, peserta mendapatkan pembekalan berupa pelatihan kepemimpinan, simulasi persidangan, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan terkait isu lingkungan, pendidikan, dan tata kelola wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, para delegasi juga berkomitmen menjalankan proyek sosial yang berfokus pada regenerasi petani dan penyelenggaraan Festival Pilar Muda sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan budaya daerah.

Kegiatan Meet The Leaders Sekolah Pilar Muda kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Rafly Akbar Hikmawan, S.T.

Acara resmi berakhir pada pukul 11.41 Wita dengan harapan lahirnya generasi muda Kabupaten Sumbawa yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga mampu menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat, daerah, dan masa depan Indonesia. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *