SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Juli 2026) – Kepala BNN Kabupaten Sumbawa AKBP Denny Priadi mengatakan, Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) menjadi momentum meningkatkan kepedulian seluruh masyarakat terhadap ancaman narkoba yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Kejahatan narkotika merupakan extraordinary crime yang bersifat lintas negara sehingga membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan,” kata AKBP Denny dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Aula SMP Negeri 3 Sumbawa Besar, Kamis (23/7).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., bersama unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Kepala SMPN 3 Sumbawa Besar, para pelajar, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Ia mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir tercatat 296 pasien menjalani rehabilitasi di Klinik Pratama BNN Kabupaten Sumbawa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 orang berusia 15–25 tahun, sementara 96 orang di antaranya masih berstatus pelajar.
Data tersebut diperkuat hasil deteksi dini yang dilakukan BNN Kabupaten Sumbawa bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumbawa pada akhir 2025 terhadap 570 siswa di enam SMP dan sepuluh SMA. Hasilnya, sebanyak 72 siswa dari empat SMP dan delapan SMA terindikasi terpapar penyalahgunaan narkoba.
AKBP Denny menjelaskan, peringatan HANI tahun ini bertujuan memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya narkoba sebagai bagian dari upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa. Kegiatan tersebut merupakan implementasi program prioritas BNN RI melalui program ANANDA BERSINAR (Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).
Selain itu, BNN Kabupaten Sumbawa bersama Dinas Pemuda dan Olahraga juga mengembangkan Program Teman Sebaya guna mencetak agen perubahan di kalangan pelajar yang mampu menjadi teladan sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya narkoba di lingkungan masing-masing.
Mengakhiri sambutannya, Kepala BNN mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Penanganan narkoba membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas narkoba. Katakan iya pada prestasi dan katakan tidak pada narkoba,” pungkasnya. (SR)






