SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Mei 2026) – Rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda resmi berakhir. Hal ini ditandai dengan acara penutupan yang berlangsung di Aula H.A. Mudji Taslim, Sabtu (23/5/2026) malam.
Program hasil kerja sama MPR RI bersama MY Institute tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan semangat kepemimpinan bagi para pelajar dan pemuda se-Kabupaten Sumbawa.
Acara penutupan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, dan semangat apresiasi terhadap seluruh delegasi Sekolah Pilar Muda. Para peserta yang berasal dari berbagai regional di Kabupaten Sumbawa hadir mengikuti malam penutupan setelah menjalani rangkaian kegiatan pembelajaran, diskusi, simulasi persidangan, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan dan proyek sosial.
Sebelum acara resmi dimulai, suasana aula terlebih dahulu dihidupkan dengan penampilan bakilung yang dipersembahkan Alya Tri Ramadhani dan Rizkia Ananda Tion Putri. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa budaya sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta.
Kegiatan kemudian dipandu oleh MC Rabiyatunnisah yang secara resmi membuka acara penutupan pada pukul 20.52 Wita. Sejak awal pelaksanaan, para delegasi tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Penutupan Sekolah Pilar Muda tidak hanya menjadi akhir dari program pembinaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh peserta atas proses yang telah mereka jalani bersama selama beberapa hari terakhir. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan diarahkan untuk membangun kapasitas kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian sosial terhadap persoalan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, H. Johan Rosihan, menegaskan bahwa Sekolah Pilar Muda merupakan salah satu upaya menjawab kekhawatiran terhadap krisis kepemimpinan di Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi pemimpin yang memiliki kemampuan, karakter, dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Kalau kita ingin Indonesia dan Kabupaten Sumbawa menjadi lebih baik, maka generasi muda harus mulai membangun kualitas diri dan memperkuat kemampuan kepemimpinan sejak sekarang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tidak menyerah terhadap keadaan, melainkan terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan serta mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.
Kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni yang dipersembahkan oleh para delegasi Sekolah Pilar Muda. Penampilan pertama diawali dengan paduan suara yang dibawakan seluruh delegasi dan berlangsung meriah.
Suasana aula semakin hangat ketika para peserta bersama-sama menampilkan berbagai pertunjukan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai regional di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi berjudul Aku Melihat Indonesia oleh Nanda Suci Ramadhani. Penampilan tersebut menghadirkan suasana reflektif dan penuh makna yang mendapat perhatian seluruh peserta.
Rangkaian acara berikutnya adalah penyerahan penghargaan kepada seluruh delegasi Sekolah Pilar Muda. Penyerahan sertifikat dan plakat dilakukan langsung oleh Johan Rosihan bersama Kepala Sekolah Pilar Muda, Dr. Miftahul Arzak.
Prosesi berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para delegasi dipanggil satu per satu berdasarkan regional, mulai dari Regional 1 hingga Regional 10.
Selain penghargaan kepada seluruh peserta, panitia juga memberikan apresiasi khusus dalam beberapa kategori. Gilang Anugrah Romadhan dari Regional 10 menerima penghargaan kategori Best Influencer. Nanda Suci Ramadhani dari Regional 3 meraih penghargaan Most Inspiring Participant.
Sementara itu, Zhobirin Ilham dari Regional 1 menerima penghargaan Excellence in Collaboration Award, dan Remon Aksa Dinata dari Regional 7 meraih penghargaan Outstanding Future Leader.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi, kemampuan, dan karakter para delegasi selama mengikuti proses pembinaan di Sekolah Pilar Muda.
Dalam sesi pesan dan kesan, Fachri Kurniawan dari Regional 8 menyampaikan bahwa Sekolah Pilar Muda menjadi ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda, terutama dalam membangun kepemimpinan, kebersamaan, dan kepedulian sosial terhadap daerah.
Suasana emosional semakin terasa ketika panitia memutarkan video kilas balik perjalanan Sekolah Pilar Muda. Tayangan tersebut menampilkan berbagai momen selama kegiatan berlangsung, mulai dari proses pembinaan, diskusi, simulasi, hingga aktivitas kebersamaan para delegasi.
Sebagai penutup acara, Gilang Anugrah Romadhan dari Regional 10 mempersembahkan penampilan terakhir yang mengakhiri malam penutupan dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Kegiatan Penutupan Sekolah Pilar Muda resmi berakhir pada pukul 22.00 Wita. Melalui seluruh rangkaian program yang telah dilaksanakan, Sekolah Pilar Muda diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda Kabupaten Sumbawa agar memiliki kemampuan kepemimpinan, semangat kolaborasi, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah. (SR)






