Sekolah Pilar Muda Dorong Pemuda Sumbawa Aktif Rumuskan Solusi Sosial dan Kebijakan Daerah

oleh -59 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Mei 2026) — Kabupaten Sumbawa kembali menghadirkan ruang pembinaan generasi muda melalui program Sekolah Pilar Muda yang berlangsung pada 20–24 Mei 2026. Kegiatan hasil kerja sama Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan ST bersama MY Institute ini menjadi wadah pendidikan kepemudaan berbasis komunitas sosial yang dirancang untuk membangun daya kritis, kepemimpinan, dan kepedulian sosial pemuda Sumbawa.

Program Sekolah Pilar Muda dilaksanakan di sejumlah lokasi, yakni Aula H.A. Mudji Taslim, Sumbawa Techno Park, Ruang Rapat Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, dan La Grande Ballroom. Kegiatan ini diikuti pelajar dan pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa yang terlibat dalam proses pembelajaran, diskusi, simulasi sidang, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan daerah.

Sekolah Pilar Muda hadir sebagai bagian dari upaya sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan kontekstual. Dalam program tersebut, pemuda tidak hanya ditempatkan sebagai peserta, tetapi juga sebagai subjek aktif yang diajak berpikir kritis, berdiskusi, serta merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan sosial di Kabupaten Sumbawa.

Program ini lahir dari hasil evaluasi kegiatan Sarasehan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan pada Desember 2025. Dari evaluasi tersebut muncul aspirasi agar kegiatan kepemudaan tidak hanya berbentuk penyampaian materi satu arah, tetapi juga menghadirkan ruang dialog dan keterlibatan nyata dalam aksi sosial masyarakat.

Berdasarkan kebutuhan itu, Sekolah Pilar Muda kemudian dirancang sebagai ruang pembelajaran kebangsaan sekaligus pengembangan kepemimpinan generasi muda. Peserta tidak hanya dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan dan Empat Pilar MPR RI, tetapi juga diajak memahami persoalan sosial, lingkungan, dan ketahanan pangan melalui pendekatan berbasis data dan realitas sosial di daerah masing-masing.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak tahap pendaftaran dan pengumpulan berkas pada 27 Februari hingga 30 April 2026. Peserta diwajibkan mengumpulkan dokumen administrasi dan karya tulis berupa esai sesuai ketentuan panitia. Program ini terbuka bagi pemuda dan pelajar berusia 15 hingga 24 tahun yang berdomisili di Kabupaten Sumbawa dan memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari proses seleksi, peserta diminta menyusun esai bertema lingkungan dan alam, ketahanan pangan dari perspektif pemuda, atau gerakan kepemudaan dalam menyelesaikan persoalan sosial di Kabupaten Sumbawa. Penulisan esai dilakukan berdasarkan hasil wawancara maupun diskusi bersama tokoh masyarakat dan lembaga di lingkungan sekitar peserta.

Seleksi administrasi dan karya tulis dilaksanakan pada 1–5 Mei 2026. Dari hasil seleksi tersebut dipilih maksimal empat peserta terbaik dari setiap regional untuk mengikuti tahap wawancara pada 12 Mei 2026. Penilaian dilakukan oleh juri internal dan eksternal dengan mempertimbangkan kualitas esai, kemampuan komunikasi, daya kritis, pengalaman organisasi, kepemimpinan, serta komitmen sosial peserta terhadap pembangunan daerah.

Dari seluruh tahapan seleksi, ditetapkan dua peserta terbaik dari masing-masing regional untuk mengikuti karantina Sekolah Pilar Muda selama lima hari. Karantina tersebut menjadi inti dari keseluruhan proses pembelajaran yang dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan dan kemampuan berpikir kritis peserta.

Pembukaan Sekolah Pilar Muda dilaksanakan pada 20 Mei 2026 dan diisi dengan pengenalan program, tata tertib sekolah, perkenalan peserta dan panitia, pembahasan program sosial antarregional, serta penjelasan kurikulum dan alur pembelajaran selama kegiatan berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, Johan Rosihan menyampaikan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki daya kritis, kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta semangat kolaborasi dalam membangun daerah dan bangsa.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai kelas tematik yang dirancang untuk memperkuat kemampuan berpikir dan kepemimpinan. Pada hari pertama, peserta mengikuti kelas Critical Thinking serta Manajemen Organisasi dan Isu guna meningkatkan kemampuan membaca persoalan sosial secara komprehensif, menyusun argumentasi, dan merumuskan solusi berdasarkan data serta realitas sosial.

Pembelajaran juga dilakukan melalui simulasi sidang yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa pada hari kedua kegiatan. Dalam sidang tersebut, peserta membahas isu lingkungan, alam, ketahanan pangan, dan gerakan kepemudaan dalam menyelesaikan persoalan sosial di Kabupaten Sumbawa.

Melalui simulasi sidang itu, peserta dilatih memahami proses diskusi dan penyusunan kebijakan publik secara langsung. Dari hasil sidang, peserta menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan dan rencana program sosial yang akan dijalankan di masing-masing regional sebagai tindak lanjut proses pembelajaran selama Sekolah Pilar Muda berlangsung.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kelas Kepemimpinan dan Organisasi yang dibawakan langsung oleh sekaligus sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Materi yang disampaikan H. Johan Rosihan menekankan pentingnya karakter kepemimpinan, kerja sama tim, serta penguatan organisasi kepemudaan agar generasi muda mampu menjadi penggerak perubahan sosial di daerah masing-masing.

Pada 22 Mei 2026, peserta menyampaikan hasil rekomendasi yang telah disusun kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa. Rekomendasi tersebut mencakup isu lingkungan dan alam, ketahanan pangan, serta penguatan gerakan kepemudaan sebagai solusi terhadap berbagai persoalan sosial di Kabupaten Sumbawa.

Sebagai bagian dari penutupan, pada 23 Mei 2026 dilaksanakan diskusi publik yang menghadirkan tokoh nasional dan daerah, mulai dari anggota MPR RI, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD Kabupaten Sumbawa, pelaksana Sekolah Pilar Muda, hingga figur publik nasional. Diskusi itu menjadi ruang dialog antara pemuda dan para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat legitimasi rekomendasi yang telah dihasilkan peserta.

Pada malam harinya, Sekolah Pilar Muda resmi ditutup. Namun program ini tidak berhenti hanya pada proses pembelajaran dan diskusi selama kegiatan berlangsung. Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta bersama panitia dan pemerintah melaksanakan kegiatan sosial pada 24 Mei 2026 di salah satu lokasi kegiatan sosial bersama figur publik nasional.

Selain itu, setiap regional juga diwajibkan menyusun dan menjalankan program sosial berbasis wilayah sebagai tindak lanjut hasil pembelajaran selama Sekolah Pilar Muda. Program tersebut difokuskan pada bidang lingkungan dan alam, ketahanan pangan, serta aksi sosial kepemudaan yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, dan komunitas lokal.

Melalui program sosial tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi penggerak dan fasilitator kegiatan sosial di wilayah masing-masing. Dengan demikian, Sekolah Pilar Muda tidak hanya menjadi ruang pembelajaran teoritis, tetapi juga mendorong lahirnya aksi nyata pemuda yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Secara keseluruhan, Sekolah Pilar Muda diharapkan menjadi wadah strategis dalam membentuk generasi muda Kabupaten Sumbawa yang berintegritas, berdaya saing, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah dan kehidupan berbangsa. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *