SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 April 2026) – Peristiwa memilukan menimpa seorang bayi berusia 2 tahun di Dusun Talwa A, Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Rabu (1/4/2026) pagi. Korban dilaporkan hanyut di sungai yang berada tak jauh dari rumahnya dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolres Sumbawa melalui Kasi Humas, IPDA Mulyawansyah SH, mengungkapkan bahwa korban bernama Abidzar Al-ghifar (2) warga setempat.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, korban tengah bermain di halaman rumah bersama ibunya. Namun, sang ibu sempat masuk ke dalam rumah untuk sarapan dan meninggalkan korban bermain sendiri.
“Beberapa menit kemudian, ibu korban keluar dan mendapati anaknya sudah tidak berada di halaman rumah,” jelasnya.
Panik dengan kondisi tersebut, orang tua korban langsung melakukan pencarian di sekitar rumah dan lingkungan tetangga, namun tidak membuahkan hasil. Ayah korban yang saat itu berada di sawah segera pulang setelah mendapat kabar.
Kecurigaan mengarah ke sungai di samping rumah yang berjarak sekitar 15 meter, setelah ayah korban menemukan peralatan pancing miliknya berada di pinggir sungai yang biasa digunakan korban bermain.
Warga kemudian bergerak cepat melakukan pencarian sejak pukul 09.20 Wita dengan menyisir sepanjang aliran sungai, termasuk menyelam di beberapa titik. Aparat Polsek Moyo Hulu yang menerima laporan juga langsung turun ke lokasi untuk membantu proses pencarian.
Sekitar pukul 10.05 Wita, korban akhirnya ditemukan oleh salah seorang warga dalam kondisi tenggelam dan sudah tidak bernyawa, sekitar 300 meter dari lokasi awal diduga korban jatuh ke sungai.
“Korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan dilakukan pemeriksaan awal oleh tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi.
Dalam penanganan kejadian ini, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), membantu evakuasi korban, hingga berkoordinasi dengan tim identifikasi serta instansi terkait seperti Basarnas dan BPBD.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang berdekatan dengan area berbahaya seperti sungai,” ujarnya. (SR)






