Seminar Mitigasi Bencana, Mahasiswa UNSA Edukasi Siswa SDN Labuhan Bua Tanggap Bencana

oleh -836 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 September 2025) – Mahasiswa Universitas Samawa (UNSA) yang tergabung dalam Kelompok 23 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) menggelar seminar mitigasi bencana alam di SDN Labuhan Bua, Desa Pukat, Kecamatan Utan, belum lama ini.

Kegiatan bertema BAHANA (Bersatu Anak Hebat Aman Bencana) ini fokus pada edukasi kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan banjir. Seminar tersebut menghadirkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa sebagai narasumber utama.

Diah Irwan, Ketua Kelompok 23 KKL Desa Pukat, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar tentang cara menghadapi potensi bencana di sekitar mereka. “Melalui seminar ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui bahaya bencana, tetapi juga mengerti langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat dan aman,” ungkap Diah.

Dosen Pembimbing KKL, Wahyu Haryadi, ST., MM., yang juga anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Wilayah NTB, menjelaskan bahwa Pulau Sumbawa sangat rawan gempa, mengingat lokasinya yang terletak di pertemuan tiga lempeng, yakni Australia, Euronasia, dan Pasifik.

Hal ini menjadikan Sumbawa rawan bencana alam, terutama bencana geologi seperti gempa bumi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membangun kesadaran dan literasi kebencanaan, serta meningkatkan pengetahuan sejak dini untuk mengurangi risiko korban jiwa dan materi,” tambah Wahyu.

Kepala SDN Labuhan Bua, Nur Asiyah, S.Pd.SD, M.M.Inov., menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, seminar mitigasi bencana sangat penting untuk meningkatkan kesadaran siswa dan guru, terutama karena sekolah mereka berada di wilayah rawan gempa dan banjir.

“Edukasi ini sangat penting, apalagi sekolah kami berada di pesisir pantai yang rentan terhadap bencana. Kami berterima kasih kepada mahasiswa Unsa dan BPBD yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Nur Asiyah.

Tim perwakilan BPBD Kabupaten Sumbawa yang hadir, terdiri dari Yusli Valufi, S.T., Muhammad Said, S.AP., Ardiyanto, S.K.M., dan Bayu Aji Pratama, S.T., memberikan materi berupa simulasi evakuasi saat gempa dan praktik keselamatan saat banjir. Mereka juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam membangun budaya siaga bencana.

Kegiatan seminar berlangsung dengan sangat interaktif, di mana siswa-siswi SDN Labuhan Bua terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab dan praktik simulasi. Dengan adanya seminar ini, mahasiswa UNSA Kelompok 23 berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini di kalangan siswa, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi bencana. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *