Anjing Gila Makan Korban !, 523 Tergigit, Dua Meninggal Dunia Tahun ini

oleh -1297 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Juli 2025) – Bahaya anjing gila menghantui masyarakat Sumbawa. Bayangkan, tercatat ada dua kematian akibat gigitan hewan penular rabies (GHPR) ini. Sebagaimana yang dirilis Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa melalui Kabid P3PL, H. Syarif Hidayat, Rabu (23/7),

Disebutkan Haji Syarif, jumlah gigitan pada tahun 2025 ini, sebanyak 523 kasus terdiri dari 300 orang laki-laki dan 223 orang perempuan menjadi korban. Dari ratusan korban ini, dua orang meninggal dunia di Kecamatan Tarano dan Lape. Sempat ada informasi tambahan satu lagi di Kecamatan Utan, namun masih suspect. “Jadi masih dipastikan dua kasus kematian akibat gigitan HPR hingga Bulan Juli 2025 ini,” kata Haji Syarif.

Korban meninggal ini ungkap Haji Syarif, karena lambatnya penanganan seperti vaksin anti rabies setelah tergigit. Sebab setiap gigitan akibat HPR harus tetap divaksin.

“Dua kasus kematian ini akibat telat melakukan vaksin setelah tergigit dan tidak langsung melaporkan ke petugas kesehatan, padahal jika cepat ditangani tidak akan terjadi kematian,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus GHPR yang ditangani sejak tahun 2019-2024 mencapai 4.103 gigitan. Sementara tahun ini, Kecamatan Lunyuk menjadi penyumbang tertinggi sebanyak 84 kasus gigitan, Utan 45 kasus, Moyo Hilir, Moyo Hulu 41, dan Plampang 40 kasus. “Penanganan kasus gigitan menjadi atensi karena status Sumbawa masih Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies,” imbuhnya.

Ia pun tidak menampik, bahwa masyarakat masih sangat abai ketika tergigit HPR dengan tidak melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Selain itu banyak juga masyarakat yang enggan melaporkan ketika tergigit HPR. Padahal dengan melapor, bagian dari langkah antisipasi.

Terkait masa ingkubasi virus rabies, Haji Syarif menjelaskan, bervariasi mulai dari 20 hari hingga dua tahun tergantung lokasi tergigit. Namun pada prinsipnya setiap gigitan harus tetap dilaporkan untuk ditangani secara intensif untuk menekan fatalitas (kematian).

“Vaksin kita masih cukup, tapi kita sudah mengusulkan ke pemerintah untuk dilakukan penambahan vaksin sebagai langkah antisipasi,” pungkasnya. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *