Survey LANSKAP: Semua Bacawabup yang Muncul Belum Bisa Dongkrak Elektabilitas Bacabup

oleh -2081 Dilihat
Dosen Ilmu Politik Universitas Samawa (UNSA), Dr. Ardiyansyah, S.IP., M.Si

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26 Juni 2024) – Dosen Ilmu Politik Universitas Samawa (UNSA), Dr. Ardiyansyah, S.IP., M.Si berpendapat bahwa peta politik di Pilkada Sumbawa masih kompetitif. Berdasarkan data terbaru yang dimilikinya, ada perubahan peta, pergeseran naik dan turun elektabilitas dari masing-masing bakal calon Bupati Sumbawa.

“Walaupun di data survey kami yang terbaru, jarak antar kandidat tidak terlalu jauh, masih berada dalam margin of error. Akan tetapi, sudah mulai kelihatan pola dan struktur suara pemilih di Kabupaten Sumbawa,” kata dosen yang juga peneliti utama lembaga survey LANSKAP ini, Rabu (26/6).

Dalam survei terakhirnya, ungkap Aridyansyah, ketika dilakukan simulasi dengan memasang-masangkan antara Bacabup dengan beberapa tokoh yang kemungkinan menjadi Bacawabup, ternyata belum ditemukan tokoh Bacawabup yang memiliki daya ungkit besar dan mampu meningkatkan elektabilitas bacabupnya secara signifikan.

“Jadi nama-nama Bacawabup yang muncul dan beredar sekarang ini belum bisa mendongkrak nama bakal calon bupatinya. Kita menemukan bahwa yang paling penting atau yang paling mungkin mengangkat elektabilitas bacabup adalah calon bupati itu sendiri, bukan tokoh atau calon pendamping. Tapi ini kan peta saat kami melakukan survei, tentu akan berbeda jika dipotret lagi jelang pendaftaran akhir Agustus 2024,” terangnya.

Menurut Ardiyansyah, semua masih berproses dan belum clear. Semua bakal calon masih bergelut, dan berkompetisi untuk mendapatkan SK dari partai politik untuk diusung sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati. Saat ini masih abu-abu, penentuan cabup dan cawabup sangat ditentukan peta elektoral dan kesepakatan elit partai. Bisa juga berdasarkan mahar politik.

“Misalnya kalau nama-nama bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati tadi secara elektoral kurang punya kontribusi secara signifikan apalagi justru mengurangi, saya rasa nama-nama yang bermuculan belum tentu maju, karena siapapun calon itu sangat berkepentingan untuk bisa menang, partai pun berkepentingan untuk menang, kemudian seberapa besar calon yang akan mereka usung punya potensi menang, ini bagaimanapun sesuai dengan hukum besi partai politik, karena mereka ingin masuk dalam gerbong kelompok pemenang,” bebernya.

“Kemudian apakah calon yang mereka usung itu berasal dari kader partai mereka atau tidak, karena kalau mengusung calon yang potensial menang tapi kontribusi bagi partai pengusung atau pendukung relatif kecil, tentu partai akan berhitung banyak untuk mengusung calon tersebut,” imbuhnya.

Karena itu nama-nama sekarang masih sangat terbuka, semuanya berada di atas meja, tapi endingnya siapa yang mendapatkan pinangan sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati, sangat ditentukan oleh peta di tingkat elit partai, plus kontribusi elektoral dan mahar politik.

Itu yang menjadi kata kunci terutama untuk membangun kesepakatan siapa yang menjadi cabup dan siapa yang menjadi cawabup mendatang. Untuk menuju kesepakatan masih menunggu waktu. Peta semacam ini masih kabur, dan berdinamika. Partai politik memiliki beberapa opsi, bisa berubah setiap saat.

“Kita mesti sabar menunggu peta yang akan terjadi nanti, terutama di akhir Agustus pada waktu pendaftaran ke KPU. Lagi-lagi kita berharap jangan terlalu lama juga memastikan SK partai politik mereka, paling tidak, semua bacabup harus segera dipastikan SK Partai politik dan menentukan lebih cepat siapa cawabupnya, Keuntungan paling tidak bisa memiliki insentif dari segi waktu, bisa segera lakukan konsolidasi dan mengikis isu berkaitan dengan ketidakpastian maju atau tidak. Kalau sudah ada SK partai dan pasangannya, paling tidak bisa mengurangi ketidakpastian dan sekaligus mempercepat konsolidasi. Ujungnya harus segera ada keputusan, lagi-lagi setiap keputusan tidak ada yang ideal, itulah calon pemimpin, dia harus mengambil keputusan, mengambil keputusan yang paling sedikit mudharatnya dan mengambil manfaat sebanyaknya,” demikian Ardiansyah. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *