Kampus Merdeka Pencetak Generasi Gaul yang Terlindungi dari Kekerasan Seksual

oleh -927 Dilihat

Oleh : Taraya Fadhilah

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, begitupun dengan akses untuk mendapatkan informasi dari banyak sumber dapat mempermudah kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari, namun terkadang mengakibatkan informasi-informasi yang di dapatkan tidak tuntas dan mengakibatkan generasi-generasi saat ini berpikiran bahwa segala hal akan mudah dan bisa di lakukan tanpa harus mempelajarinya secara mendalam.

Sama halnya dengan pergaulan dan budaya sosial masyarakat yang teradang menganggap hal hal seperti “cat calling” di anggap lumrah, baik sebagai candaan ataupun sekedar memberikan kesan asik dalam menyapa seseorang, serta banyak lagi hal-hal yang di anggap biasa saja, padahal menentang dengan nilai-nilai kebudayaan dalam sosial masyarakat ataupun dalam lingkungan pendidikan.

Berbicara mengenai kekerasan sosial, banyak sekali berita-berita yang menjadi hot news mengenai kekerasan seksual yang dialami oleh mahasiswa, karena pemberitaan semacam ini sangat dekat dan melibatkan lingkungan sosial dan pergaulan dari para mahasiswa maka sampai saat ini masih menjadi berita yang paling menarik untuk dibahas. Karena sebagai mahasiswa pun kita tak dapat mengendalikan lingkup pergaulan secara mudah, dikarenakan tuntutan tugas dan lain sebagainya, Maka terkadang ingin menjadi mahasiswa gaul hanyalah angan bagi sebagaian individu dikarenakan ketakutan nya atas pemberitaan-pemberitaan yang ada saat ini.

Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim meluncurkan Merdeka Belajar Episode Keempat Belas secara daring pada (12/11/2021) Begitulah berita yang akan genap berumur 2 tahun ini, untuk menjawab segala bentuk keresahan dari para orang tua dan beberapa pihak seperti tenaga pendidik serta mahasiswa seluruh Indonesia, serta untuk menindaklanjuti Permendikbud Ristek nomor 30 Tahun 2021 mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi.

Pelindungan mahasiswa dari kekerasan seksual adalah salah satu cara yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang, karena masa perkuliahan adalah masa dimana tiap orang mendalami dan mengembangkan keilmuan yang digemari dan menjadi potensi bagi diri mahasiswa itu sendiri.

Maka sangat menjadi harapan bahwa dengan adanya PPKS itu sendiri dapat menjalankan serta mencapai tujuan nya dengan pertimbangan kesinambungan nya dengan dunia pendidikan dalam perguruan tinggi sebagaimana 4 tujuan utama nya, yaitu upaya untuk memenuhi hak setiap WNI atas pendidikan tinggi yang aman, aman secara lahir maupun batin sehingga tak hanya menjaga psikologis dari trauma-trauma yang timbul dari tindakkan pelecehan seksual namun juga berperan untuk menjaga bibit bibit bangsa untuk meraih masa depan yang lebih gemilang, jauh dari gangguan kesehatan akibat kehamilan di luar nikah bahkan berupaya untuk meminimalisir lahirnya bayi-bayi tidak normal akibat edukasi yang kurang mendalam.

Yang kedua memberikan kepastian hukum bagi pemimpin perguruan tinggi untuk mengambil langkah tegas untuk menyikapi tindakan kekerasan seksual yang terjadi dalam ranah perguruan tinggi, selanjutnya peningkatan pengetahuan tentang kekerasan seksual, memberikan edukasi tentang isu dan hak dari korban kekerasan seksual.

Terakhir yaitu melalui kolaborasi antara Kemendikbud Ristek dengan perguruan tinggi dengan cara menciptkan budaya akademik yang sehat dan aman bagi seluruh lapisan yang ada dalam jajaran perguruan tinggi.

Keempat hal tadi dapat diimplementasikan untuk menjauhkan para mahasiswa serta seluruh jajaran dalam perguruan tinggi dapat merasa aman dan dapat leluasa mengeksplorasi jenis-jenis keilmuan yang mereka gemari tanpa takut akan ancaman kekerasan seksual yang ada baik secara verbal maupun non-verbal.

Dengan adanya jaminan serta kestabilan hadirnya pihak pendidik untuk menjelaskan batasan-batasan yang ada dalam bersosialisasi bahkan untuk mengingatkan mereka untuk berprilaku sopan serta saling merhargai akan menarik mereka kembali kepada norma yang seharusnya diterapkan.

Begitupun dengan peran manusia-manusia sebagai dalang dalam semua hal yang dilakukan, hendaknya selalu memperhatikan norma-normal yang berlaku serta menerapkan pembelajaran-pembelajaran yang didapatkan pada bangku SD,SMP maupun SMA/Sederajat. Agar tercipta lingkungan yang mendukung tipa orang untuk dapat berkembang dan memupuk potensi yang dimiliki.

Maka yang menjadi harapan saya untuk seluruh aspek yang terkait dalam program ini, hendaknya saling membantu untuk menyukseskan goals dari program serta aturan-aturan ini. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *