Sekolah Pilar Muda Jadi Ruang Anak Muda Sumbawa Menyusun Gagasan untuk Daerah

oleh -134 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (20 Mei 2026) – Program Sekolah Pilar Muda resmi dibuka pada Rabu, 20 Mei 2026, di Aula H.A. Mudji Taslim. Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama MPR RI bersama MY Institute tersebut diikuti oleh pelajar dan pemuda se-Kabupaten Sumbawa sebagai wadah pembinaan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Kegiatan dibuka pukul 08.11 Wita dan dipandu oleh MC Rabiyatunnisah. Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di kalangan para peserta yang hadir dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Sekolah Pilar Muda menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan seremonial, tetapi juga terlibat langsung dalam proses berpikir, berdiskusi, dan menyusun gagasan yang berkaitan dengan persoalan masyarakat serta pembangunan daerah.

Kepala Sekolah Pilar Muda Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., dalam sambitannya menyampaikan bahwa penting bagi generasi muda Sumbawa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, aktif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, Sekolah Pilar Muda lahir dari hasil survei terhadap para pelajar yang menunjukkan bahwa anak muda membutuhkan ruang yang lebih interaktif dalam menyampaikan gagasan dan pandangan mereka terhadap berbagai persoalan di sekitar.

Ia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini tidak ingin hanya menjadi pendengar, tetapi juga ingin terlibat dalam proses perubahan sosial. Karena itu, Sekolah Pilar Muda dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan gagasan berdasarkan data dan kondisi nyata yang mereka temui di lingkungan masing-masing.

Dalam prosesnya, para delegasi yang mengikuti Sekolah Pilar Muda telah melalui tahapan seleksi berupa penulisan esai, wawancara dengan tokoh masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi melalui sidang. Proses tersebut dilakukan agar peserta mampu memahami persoalan sosial secara lebih mendalam dan tidak hanya melihat persoalan dari permukaan.

Dr. Miftahul Arzak juga menegaskan bahwa program ini menanamkan pemahaman bahwa idealisme harus berjalan bersama pemahaman terhadap realitas dan fakta lapangan. Menurutnya, gagasan yang baik harus lahir dari proses berpikir yang matang dan dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa Sekolah Pilar Muda tidak berhenti pada forum diskusi semata. Program ini juga akan mendampingi dan mendanai project sosial para delegasi agar gagasan yang dimiliki peserta dapat diwujudkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM, menyatakan bahwa Sekolah Pilar Muda hadir untuk membentuk generasi muda Sumbawa yang tidak hanya pandai berbicara di depan publik, tetapi juga mampu berpikir kritis, berdialog, memiliki jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Ia menilai bahwa generasi muda harus diberikan ruang untuk memahami persoalan masyarakat, menghargai perbedaan pandangan, serta belajar mencari solusi nyata terhadap berbagai isu sosial, lingkungan, dan pembangunan daerah.

Menurutnya, selama mengikuti kegiatan, para peserta akan menjalani berbagai rangkaian pembelajaran seperti karantina, simulasi sidang, diskusi kepemimpinan, resolusi konflik, hingga project sosial. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya kuat dalam gagasan, tetapi juga memiliki keberanian untuk turun langsung membantu masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil rekomendasi sidang yang dilakukan peserta nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Hal tersebut menjadi bentuk bahwa gagasan dan suara anak muda memiliki ruang untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan dan kebijakan publik di daerah.

Selain itu, H. Johan Rosihan menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, sekolah, universitas, dan masyarakat dalam membentuk kualitas generasi penerus bangsa. Menurutnya, pembangunan karakter generasi muda membutuhkan dukungan bersama agar lahir pemuda yang memiliki kepedulian sosial dan semangat kepemimpinan.

Ia berharap Sekolah Pilar Muda dapat melahirkan jejaring pemuda Sumbawa yang saling mendukung, menjaga persaudaraan, serta membawa gagasan baru untuk masa depan daerah dan bangsa.

Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis melalui prosesi penyematan rompi kepada para delegasi yang berasal dari 10 regional se-Kabupaten Sumbawa.

Penyematan rompi dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah Pilar Muda Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., didampingi Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa.

Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda sekaligus menggambarkan semangat dan komitmen para delegasi dalam mengikuti proses pembinaan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Para delegasi yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembukaan dengan penuh antusias. Kehadiran peserta dari berbagai regional di Kabupaten Sumbawa menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk terlibat dalam ruang pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan menyampaikan gagasan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Rafly Akbar Hikmawan, S.T. Doa dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Selain sebagai bentuk harapan kelancaran kegiatan, doa tersebut juga menjadi simbol harapan agar Sekolah Pilar Muda mampu menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Melalui program ini, Sekolah Pilar Muda diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda Sumbawa untuk belajar memahami persoalan sosial secara mendalam, menyusun gagasan berdasarkan kondisi nyata masyarakat, serta membangun keberanian untuk terlibat langsung dalam proses perubahan sosial di daerah.

Program tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif menyampaikan pendapat, tetapi juga mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan pembukaan Sekolah Pilar Muda resmi ditutup pada pukul 08.49 Wita. Dengan dimulainya program tersebut, para peserta diharapkan mampu mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik dan menjadi generasi muda yang mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Sumbawa dan masa depan bangsa. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *