Sekolah Pilar Muda Hari Ketiga Sampaikan 16 Rekomendasi Kebijakan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa

oleh -245 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Mei 2026) – Kegiatan Sekolah Pilar Muda hari ketiga yang digelar melalui kerja sama MPR RI bersama MY Institute kini berlangsung di Ruang Rapat Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (22/5/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting bagi pelajar dan pemuda se-Kabupaten Sumbawa dalam menyampaikan gagasan pembangunan daerah secara langsung kepada pemerintah dan pimpinan daerah.

Kegiatan dimulai pukul 09.19 Wita dan dipandu oleh MC Rabiyatunnisah. Pada hari ketiga ini, fokus kegiatan diarahkan pada penyampaian rekomendasi kebijakan hasil sidang delegasi Sekolah Pilar Muda kepada pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Penyampaian rekomendasi kebijakan yang dipimpin Dr. Miftahul Arza ini menjadi simbol komitmen para delegasi dalam mengikuti proses pembinaan kepemimpinan sekaligus keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM, Wakil Ketua I dan III DPRD Kabupaten Sumbawa H. Muhammad Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H, jajaran pemerintah daerah, kepala perangkat daerah, serta seluruh delegasi Sekolah Pilar Muda.

Penyampaian rekomendasi yang dilakukan oleh perwakilan delegasi dari sejumlah regional di Kabupaten Sumbawa. Dimulai dari Athaya Dinar Suryanda dari Regional 3 meliputi Batu Lanteh, Labuhan Badas, dan Unter Iwes. Selanjutnya Gilang Anugrah Romadhan dari Regional 10 meliputi Plampang, Labangka, Empang, dan Tarano.

Kemudian Aluna Naffia Alqurani dari Regional 4 Sumbawa, Zhobirin Ilham dari Regional 1 meliputi Alas dan Alas Barat, dan ditutup oleh Nanda Suci Ramadhani dari Regional 3.

Dalam forum tersebut, para delegasi menyampaikan 16 poin rekomendasi hasil sidang yang berfokus pada isu lingkungan, pertanian, konservasi, kehutanan, hingga pelibatan pemuda dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.

Rekomendasi tersebut meliputi sistem pengolahan sampah terpadu, pengendalian pencemaran sungai, krisis regenerasi petani, penguatan agropreneur muda berbasis pertanian modern, penertiban alih fungsi lahan, hingga penguatan penegakan hukum di bidang kehutanan dan lingkungan.

Selain itu, delegasi juga menyampaikan rekomendasi mengenai rehabilitasi lahan kritis, pengendalian degradasi lahan akibat pertanian monokultur, penataan tata ruang kawasan hutan, penguatan konservasi untuk mitigasi bencana lingkungan, konservasi daerah serapan air, mitigasi banjir dan sedimentasi DAS, pembangunan infrastruktur konservasi air berbasis pelibatan pemuda, transformasi pertanian berkelanjutan, hingga pemulihan kesuburan tanah dan pengurangan bahan kimia pertanian.

Kepala Sekolah Pilar Muda, Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A, menjelaskan proses terbentuknya Sekolah Pilar Muda sebagai wadah pembinaan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas generasi muda di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P memberikan apresiasi atas rekomendasi yang disampaikan para delegasi. Menurutnya, berbagai gagasan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.

“Ide-ide ini hadir pada waktu yang tepat. Sebagian bahkan sudah dijalankan oleh komunitas Lingkara dan tinggal diperluas implementasinya,” ujarnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa sejak mulai menjabat pada tahun 2025, salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah mengembalikan kawasan hutan Sumbawa menjadi hijau kembali. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah membentuk satuan tugas perlindungan kawasan hutan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan model kebun agroforestry ATM Sengon sebagai solusi atas persoalan petani yang menghadapi panen musiman, pendapatan tidak stabil, dan pola tanam monokultur.

Model tersebut menerapkan sistem panen bertahap dengan pembagian lahan seluas 24 hektare menjadi 16 blok masing-masing 1,5 hektare. Setiap blok dipanen bergilir setiap triwulan setelah tahun kelima sehingga menciptakan arus kas rutin dan berkelanjutan bagi petani.

Sistem produksi yang digunakan menerapkan pola coppice atau tunas kembali dari akar setelah panen sehingga mengurangi kebutuhan tanam ulang dan meningkatkan efisiensi. Dengan estimasi nilai panen mencapai Rp100 juta per hektare dan simulasi keuntungan tahunan antara Rp420 juta hingga Rp 540 juta, model ini dinilai mampu menciptakan cashflow stabil bagi petani.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa H. Muhammad Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sekolah Pilar Muda. Ia menilai program tersebut perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan.

Menurutnya, perlu adanya festival pemuda guna memotivasi para sarjana, khususnya dalam mendukung regenerasi petani di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa Zulfikar Demitry, S.H., M.H menilai Sekolah Pilar Muda merupakan bentuk komitmen generasi muda terhadap pembangunan daerah.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM. Ia mengaku keresahannya terhadap masa depan generasi muda terjawab melalui pelaksanaan Sekolah Pilar Muda.

Menurutnya, Sumbawa memiliki potensi besar untuk menyokong Indonesia Emas 2045. Karena itu, generasi muda harus memahami bagaimana bangsa dan daerah dikelola.

“Peserta diminta berproses mulai dari membuat esai berbasis data, melakukan persidangan, hingga menyampaikan rekomendasi kepada pimpinan daerah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa rekomendasi yang dihasilkan tidak akan berhenti di forum Sekolah Pilar Muda saja, melainkan akan dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah dan DPRD agar program agropreneur dapat direalisasikan secara nyata.

Kegiatan Sekolah Pilar Muda hari ketiga ditutup pada pukul 11.02 Wita. Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi pelajar dan pemuda Kabupaten Sumbawa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah secara langsung. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *