UTS dan AgriProFokus Teken MoU Bidang Pertanian dan Pangan

oleh -375 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (1/10/2019)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah melakukan penandatanganan kesepakatan (Memorandum of Understanding) dengan AgriProFokus Indonesia, Senin (30/9). Dalam penandatanganan itu, UTS langsung diwakili Rektornya, Dr Andy Tirta, M.Sc dan AgriProFokus Indonesia diwakili Tasnim Jalil selaku Koordinator. Momen tersebut disaksikan oleh Samuyus Nealma, M.Vet (Dekan Fateta), Chairul Anam Afgani, S.TP., M.P (Dosen Fateta) dan Subhan Azharullah (Kepala Sub Bagian Kerjasama UTS).

AgriProFocus Indonesia adalah bagian dari jaringan AgriProFocus global yang bergerak di bidang pertanian dan pangan yang bekerja bersama petani. “Kami percaya bahwa petani sebagai produsen utama adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sistem pertanian dan pangan yang berkelanjutan serta ketahanan pangan bagi semua,” ungkap Tasnim Jalil selaku Koordinator AgriProFokus Indonesia usai penandatangan MoU di Lantai 1 Gedung Rektorat UTS.

Saat ini tim AgriProFokus sedang melakukan riset bersama tim dari PT. Bayer terhadap 1 kelompok yang terdiri dari 15 orang petani bawang di Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa NTB. Dalam penelitian, mereka membutuhkan beberapa tenaga yang bisa membantu dalam menjalankan risetnya. Karenanya, AgriProFokus bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian UTS, dan melibatkan 15 mahasiswa serta beberapa dosen yakni Samiyus, Chairul, Dinar, Syafwan, dan Kholis. Mahasiswa dan dosen ini akan membantu proses berlangsungnya riset.

AgriProFocus yang berpusat di Belanda menjalin kerjasama dengan UTS dalam rangka mengurangi kerugian susut bawang merah di petani bawang Kabupaten Sumbawa. Adapun riset yang dilakukan yaitu pada sampel bawang merah. Mulai dari penanaman, perawatan, panen dan penyimpanan (penanganan pascapanen), dengan tujuan untuk melihat mutu seperti susut berat berkurang yang hilang selama penyimpanan.

Proyek yang berlangsung sejak September 2019 hingga Nopember 2020 nanti, diharapkan akan mampu memberikan standarisasi usaha bawang di Kabupaten Sumbawa dan kemudian dipresentasikan kepada Bupati Sumbawa. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *