SUMBAWA BESAR, SR (1/10/2019)
Sejumlah pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala di Traffic Light Simpang Empat Rangka Baja Kelurahan Bugis, Jalan Hasanuddin, nyaris menjadi korban pohon tumbang, Selasa (1/10/2019) sore tadi. Beruntung pohon tumbang itu jatuh setelah lampu hijau menyala dan sejumlah pengendara sudah melaju. Pohon tumbang tepat berada di depan Toko Kue Cipta Sari ini menyebabkan dua lampu traffic light di sisi kanan dan kiri jalan patah, serta kabel listrik dan telepon terputus. Pohon besar yang jatuh melintang di tengah jalan ini membuat arus lalulintas macet. Untuk menghindari antrian panjang, sejumlah kendaraan berbalik arah mencari jalan alternatif menuju ke arah barat. Beberapa saat kemudian tim dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa tiba di lokasi dan menggunakan chainsaw mengatasi batang kayu yang menutup jalan ini. “Saya masih beberapa meter sebelum traffic light, tiba-tiba pohon itu tumbang. Bagaimana jadinya kalau saya melaju lebih cepat sedikit, mungkin saya tertindih pohon, antara mati dan cacat seumur hidup,” ujar Sri—penumpang ojek yang hendak berbelanja ke Pasar Kerato.
Rasa syukur yang sama diucapkan Anto. Warga Kelurahan Seketeng ini sempat berhenti saat lampu merah. Baru 10 meter melaju saat lampu hijau menyala, terdengar suara gemuruh. “Saya berhenti dan berbalik ke belakang, saya mengira terjadi kecelakaan. Ternyata pohon yang tumbang. Saya langsung mengucap syukur bisa terhindar dari mara bahaya,” kata Anto.
Ia melihat masih banyak pohon serupa dan kondisinya mengkhawatirkan, sebagian besar berada di sepanjang Jalan Hasanuddin. Anto berharap dinas terkait untuk turun tangan mengatasinya apakah dengan cara terabas, dirapikan atau ditebang karena membahayakan. “Jangan tunggu ada korban baru bertindak,” tukasnya.
Untuk diketahui, sebenarnya keberadaan pohon-pohon di sepanjang jalan wilayah Kelurahan Bugis terutama di Jalan Hasanuddin sudah lama dipersoalkan Lurah Bugis, Nasrullah SH dan jajarannya. Bahkan saat itu Lurah Bugis sempat bersurat ke dinas terkait. Sebab dari pengecekan pihak kelurahan, bahwa pohon-pohon yang tumbuh di jalan umum atau trotoar di wilayah Kelurahan Bugis, sudah banyak yang besar, lebat, tinggi dan berumur sudah tua. Diharapkan dinas terkait agar dapat memangkas atau memotong dan menebang pohon-pohon tersebut. Pasalnya keberadaan pohon itu sangat mengganggu dan membahayakan. Antara lain, saluran drainase rusak dan terjadi penyempitan. Trotoar menjadi rusak sehingga tidak berfungsi bagi pejalan kaki, dan awan gangguan kabel listrik dan telepon. Kemudian pohon jatuh ke jalan umum atau bangunan rumah penduduk sehingga membahayakan jiwa termasuk pengguna jalan. Namun surat dari Lurah Bugis ini belum direspon sampai saat ini sehingga terjadi musibah pohon tumbang. “Pohon tumbang ini sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya di depan Toko Roberto, sekarang di depan Toko Roti Cipta Sari. Hanya saja belum ada korban. Jadi mohon ini menjadi perhatian serius pemerintah,” tukas Haji Amin, warga setempat. (JEN/SR)






