Superqurban Rumah Zakat, Program Pemberdayaan Berkelanjutan

oleh -412 Dilihat

LOMBOK UTARA, SR (25/10/2018)

Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah daging qurban menjadi makanan siap saji berupa kornet dan rending yang dapat didistribusikan sepanjang tahun. Sejak fase tanggap darurat bencana gempa digulirkan di NTB, Rumah Zakat telah mendistribusikan 78.000 dari 100.000 paket Superqurban untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak bencana. “Superqurban tak hanya menjadi solusi efektif pemenuhan kebutuhan pangan saat terjadi bencana, tapi juga menjadi solusi pemenuhan kebutuhan pangan yang berkelanjutan,” ungkap Chief Officer Rumah Zakat, Nur Effendi usai Launching Desa Berdaya Rumah Zakat di Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (24/10).  Dikatakannya, dengan adanya Desa Berdaya, Rumah Zakat tidak hanya akan melakukan pemberdayaan ekonomi, tapi juga memantau pemenuhan gizi warga, salah satunya dengan distribusi Superqurban secara berkala.

Sebelumnya pasca gempa bumi di Lombok Utara, Rumah Zakat bergerak cepat dengan mengirim 10.450 kornet Superqurban untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi. Kornet Superqurban yang praktis dan siap saji menjadikannya menu istimewa di pengungsian, karena tidak sulit untuk mengolahnya. Hal ini mendapat pujian dari Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar SH., MH yang mengatakan bahwa bantun Superqurban ini sangat pas di saat kondisi darurat bencana maupun kondisi di pengungsian. Sebab para korban membutuhkan tindakan yang praktis. Dan Superqurban ini sangat cocok untuk kondisi di pengungsian.

Selain bantuan makanan, Rumah Zakat saat itu juga mengirimkan tim medis, tim psikososial, ambulance, mobil evakuasi hingga mendirikan masjid darurat, dapur umum, shelter dan sekolah darurat. Untuk mengoptimalkan penanganan, Rumah Zakat membangun 31 pos pelayanan yang tersebar di Lombok Timur, Lombok Utara dan Mataram. Selain itu memiliki pos layanan yang terintegrasi dimana dalam satu kawasan terdapat pos pengungsi, dapur umum, klinik darurat, masjid darurat, sekolah darurat dan MCK. Sehingga semua kebutuhan dasar pengungsi dapat dipenuhi di satu kawasan. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *