Rumah Zakat Resmikan Desa Berdaya di NTB

oleh -374 Dilihat

LOMBOK UTARA, SR (25/10/2018)

Penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada fase ini pembangunan infrastruktur dan perekonomian mulai dilakukan. Karenanya Rumah Zakat turut ambil bagian membantu pemerintah dalam proses pemulihan ini. “Kami menggulirkan 5 program utama pada fase ini, yaitu pembangunan huntara (hunian sementara), pembangunan sekolah darurat, pembangunan masjid, pembangunan toilet komunal, dan pembangunan pasar berdaya,” jelas Chief Officer Rumah Zakat,” Nur Effendi, yang dicegat usai Launching Desa Berdaya Rumah Zakat di Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (24/10).

Tujuan utamanya sambung Nur Effendi, Rumah Zakat ingin mengembalikan keberdayaan masyarakat NusaTenggara Barat yang sempat hancur karena gempa 7.0 SR akhir Agustus lalu. Untuk membangun kembali NTB secara berkelanjutan, Rumah Zakat pun meresmikan Desa Berdaya pertamanya di Desa Pemenang Barat Kabupaten Lombok Utara. “Desa Berdaya adalah program pemberdayaan desa yang berkelanjutan dengan mengitegrasikan rumpun program pemberdayaan dalam satu wilayah yang terdiri dari program utama berupa pemberdayaan ekonomi dan capacity building dan program pendukung yang meliputi program pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda.

Dalam program ini lanjutnya, Rumah Zakat menargetkan untuk dapat membangun tiga Desa Berdaya di NTB hingga akhir Tahun 2018 ini tersebar di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa.

Hadir melaunching Desa Berdaya Rumah Zakat di Lombok Utara ini di antaranya Gubernur NTB diwakili Ir. Hartina Asisten Administrasi Umum, dan Sekda se NTB. Dalam kesempatan itu, Ir Hartina mengapresiasi Rumah Zakat yang telah banyak berkiprah dalam mendukung pembangunan di NTB, terutama membantu masyarakat NTB yang belum lama ini tertimpa bencana gempa bumi. Peran serta Rumah Zakat sebagai bukti bahwa membangun NTB adalah tanggung jawab bersama. “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, demikian dengan Rumah Zakat dalam melaksanakan program-programnya. Setinggi apapun rencana Rumah Zakat tanpa dukungan donatur dan semua pihak tentu tidak akan terlaksana,” ujarnya.

Di bagian lain, mantan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Aparatur Politik, Hukum dan Layanan Publik ini tetap berharap korban bencana untuk bersabar dalam menghadapi ujian dan selalu pandai bersyukur. Ia melihat ada hikmah di balik bencana gempa yang menerjang beberapa daerah di NTB. Rasa solidaritas, silaturrahim dan gotong royong sangat kental terbangun. “Kearifan local yang selama ini nyaris punah, kini muncul kembali. Inilah salah satu hikmah di balik bencana tersebut,” tandasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *