LOMBOK UTARA, SR (25/10/2018)
Kiprah Rumah Zakat dalam membantu korban bencana gempa bumi khususnya di Kabupaten Sumbawa mendapat apresiasi yang tinggi dari pemerintah setempat. Tindakan cepat dan luar biasa dari lembaga kemanusiaan tersebut menjadi solusi efektif dalam penanganan pasca bencana. “Kami sangat berbahagia. Rumah Zakat bersama para donaturnya telah menghadirkan senyuman dan berpartisipasi membahagiakan masyarakat kami yang dirundung musibah gempa bumi belum lama ini,” kata Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi MUkhtar saat memberikan sambutan singkat di acara Launching Desa Berdaya Rumah Zakat di Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (24/10) kemarin.
Menurut Sekda, Rumah Zakat sangat berperan pada masa Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa. Rumah Zakat menjadi lembaga pertama membangun hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana gempa dan kebakaran di Pulau Bungin. Kemudian diikuti PMI, dan lembaga-lembaga social lainnya membangun Huntara di Alas dan Alas Barat. Rumah Zakat juga membantu merenovasi Masjid Nurul Yaqin, Dusun Hijrah, Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat yang rusak dilanda gempa. Sekda Rasyidi meminta dukungan Rumah Zakat bagi masyarakatnya tidak berhenti. Masih banyak korban gempa yang membutuhkan Huntara, kendati pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 8 miliar lebih untuk pembangunan hunian sementara tersebut. “Sumbawa masih butuh bantuan. Semoga ada keberlanjutannya,” demikian Sekda.
Koordinator Rumah Zakat NTB, Repi S yang ditemui terpisah menyatakan komitmen Rumah Zakat untuk membantu Pemda Sumbawa dalam penanganan pasca bencana. Program Huntara yang telah dibangun sekitar 10 unit dan telah ditempati ini akan tetap berlanjut. “Kita juga sangat berharap, pembangunan huntara ini mendapat respon positif dari semua pihak, secara khusus kepada para donatur sehingga dapat terus terlaksana sesuai kebutuhan para korban,” kata Repi—pria murah hati ini.
Sebelumnya Direktur Marketing Rumah Zakat, Irvan Nugraha mengatakan Rumah Zakat berkomitmen membangun 100 Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa bumi di Kabupaten Sumbawa. Jumlah ini menjadi target yang akan direalisasikan oleh lembaga kemanusiaan tersebut dalam beberapa waktu ke depan. “Target kami membangun 1000 unit hunian sementara di NTB, termasuk di antaranya di Kabupaten Sumbawa,” kata Irvan yang dicegat di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin saat hendak bertolak ke Alas Barat, beberapa waktu lalu. (JEN/SR)






