Mahasiswi Pembuang Bayi Kembar Ditangkap

oleh -375 Dilihat

DENPASAR, SR (20/07/2018)

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi dua sosok bayi (orok) kembar perempuan yang ditemukan telah meninggal dunia di Gang Werkudara Jalan Ratna Denpasar Timur, mengaku sempat dilanda ketakutan. “Kami sudah dua malam ini dilanda perasaan ngeri, takut terhadap hal-hal yang sifatnya gaib. Maklum, dua sosok jenazah orok begitu saja digeletakkan di dekat tempat tinggal kami. Waktu Minggu malam setelah ditemukannya jasad orok itu, banyak warga yang terus terbayang sampai tidak bisa tidur,” ujar Ny Gusti Ayu, ketika ditemui di Gang Werkudara, belum lama ini.

Senada dengan Ny Gusti Ayu, Ni Ketut Noni (21), ibu rumah tangga yang belum lama ini juga melahirkan seorang bayi, mengaku sangat gundah hatinya pasca menyaksikan dua jenazah bayi yang begitu saja diletakkan dalam kantong plastik di depan salah satu kamar kos di dekat rumahnya.

Kedua jenazah bayi kembar perempuan tersebut ditemukan warga pada hari Minggu (15/7) lalu sekitar pukul 11.00 Wita. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak Polsek Denpasar Timur. Polisi yang turun melakukan penyelidikan, akhirnya pada Senin (16/7) lalu berhasil menangkap wanita berinisial D, yang diduga sebagai pelaku yang telah membunuh dan membuang bayi kembar tersebut.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang mengakui bahwa pihaknya sudah mengamankan wanita berinisial D, tersangka pelaku pembuang bayi. Namun pelaku yang disebut-sebut mahasiswi itu, masih belum bisa berbicara. “Ya, kami telah mengamankan wanita berinisial D dari rumah kerabatnya di Jimbaran. Ini berdasarkan keterangan dan informasi dari saksi yang tinggal bersebelahan dengan tempat kos wanita D,” ujarnya.

Ia menyebutkan, yang bersangkutan kini masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa diajak bicara. Ditanya apakah status perempuan tersebut masih kuliah?, Kapolsek mengaku masih mendalami. Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga. Mengetahui kondisi D yang masih lemas usai melahirkan, polisi langsung menitipkan ibu kedua bayi malang tersebut ke Rumah Sakit Trijata Polda Bali guna mendapatkan perawatan. Kapolsek mengakui pihaknya telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap D, mengingat bukti-bukti awal atas tindakannya membunuh dan membuang bayi telah tercukupi.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Timur Iptu Ario Seno Wimoko menduga pelaku nekad membuang bayi perempuan kembarnya tersebut karena malu menanggung aib, hamil kemudian punya bayi di luar nikah. Dari pemeriksaan awal, ditemukan bekas luka senjata tajam di bagian leher dan perut kedua bayi. Namun demikian, lanjut dia, pihaknya masih harus menunggu hasil pemeriksaan forensik secara lebih seksama. Tim saat ini telah berkoordinasi lintas-instansi guna melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku satunya lagi, yakni pria berinisial F yang diduga kuat merupakan ayah biologis dari bayi kembar tersebut. Menurut informasi, pria berinisial F tidak lain merupakan penghuni kamar kos tempat ditemukannya jenazah dua orok kembar. F selama ini dikenal sebagai pemuda tertutup, dan hanya diketahui warga sekitar sebagai mahasiswa yang tengah menempuh studi. Beberapa hari sebelum ditemukannya jenazah dua orok di depan kamarnya, F diketahui telah menghilang. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *