Wagub NTB Siap Sampaikan Tuntutan Muslim NTB ke Presiden

oleh -427 Dilihat

MATARAM, SR (28/10/2016)

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, meminta Aliansi Umat Islam (AUI) NTB untuk menyuarakan aksinya dengan tertib dan damai. Amin berjanji akan menuruskan lima tuntutan massa aksi kepada Presiden Joko Widodo. “Kami akan meneruskan tuntutan saudara ke pemerintah pusat, khususnya presiden, tidak ditambah dan dikurangi, ini akan saya kirimkan copynya,” ujarnya di hadapan aksi massa di Islamic Center, Kota Mataram, Jumat (28/10).

Ia juga meminta massa aksi untuk menghargai proses hukum yang sedang dijalankan pemerintah. Amin menambahkan, kehadirannya ini mewakili Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang sedang berada di Mesir. “Pak Gubernur menitipkan salam agar tetap menjaga daerah kita tetap aman dan tertib,” lanjutnya.

Wagub memberikan pilihan massa aksi agar menyuarakan pendapatnya di Islamic Center saja mengingat sudah ada Kapolda NTB Brigjen Umar Septono yang siap mendengarkan aspirasi massa. Namun, hal ini ditolak dan massa aksi tetap ingin menjalankan aksinya ke Mapolda NTB. Kapolda NTB Umar Septono mempersilakan massa aksi untuk menyampaikan aksinya di Mapolda NTB asalkan tetap menjaga ketertiban.

Tuan Guru Haji Ahmad Mukhlis meminta agar penegakan hukum benar-benar dapat ditegakkan. “Berapa bulan lalu ada orang yang menghina bapak presiden langsung diciduk dan diadili, ini agama dinistakan, Al Quran, dan ulama. Warga NTB akan tetap dibelakang prosedur hukum,” ujarnya dalam orasi di Mapolda NTB.

Kapolda NTB Brigjen Umar Septono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya apapun aspirasi masyarakat NTB. Ia akan mengirimkan tuntutan tersebut kepada Kapolri pada hari ini juga. “Tuntutan itu akan saya sampaikan sepenuhnya ke Kapolri, malam ini juga akan saya kirim amanah bapak ibu sekalian. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, mari kita tunaikan Shalat Ashar, bisa sama-sama di Masjid Polda NTB,” ungkapnya.

Seketika, massa aksi langsung membubarkan diri dan menuju Masjid Polda NTB untuk bersama menjalankan ibadah Shalat Ashar.

Untuk diketahui Ada lima tuntutan AUI NTB yang disampaikan dihadapan Wakil Gubernur NTB Muhammad dan Kapolda NTB Brigjen Umar Septono. Pertama, AUI NTB mendukung dan mengawal penuh fatwa MUI terkait penistaan agama. Kedua, muslim NTB menuntut presiden Jokowi bersikap adil dan tidak melakukan intervensi. Ketiga, muslim NTB mengutuk bentuk penistaan agama apapun. Empat, mendorong pihak berwajib untuk memenjarakan Ahok paling lambat 3 November. Lima, apabila sampai 3 November, Ahok belum ditangkap, mereka akan terus menggelar aksi dengan massa lebih besar. (NA/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *