MATARAM, SR (28/10/2016)
Ratusan Umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam (AUI) Provinsi NTB melakukan aksi damai dalam menyikapi dugaan penistaan ayat suci Al Quran yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Islamic Center, Kota Mataram, NTB, Jumat (28/10).
Tuan Guru Haji Hasanain Juani dalam orasinya meminta agar pemerintah bersikap adil terhadap umat Islam, terutama dalam kasus dugaan penistaan agama. Ia meminta massa aksi untuk tetap tertib dan menjaga kebersihan. “Muslim tidak imperior, dan tidak merusak. Muslim cinta kebersihan, tak ada sampah,” katanya.
Ada lima tuntutan AUI NTB yang disampaikan di hadapan Wakil Gubernur NTB Muhammad dan Kapolda NTB Brigjen Umar Septono. Pertama, AUI NTB mendukung dan mengawal penuh fatwa MUI terkait penistaan agama. Kedua, muslim NTB menuntut Presiden Jokowi bersikap adil dan tidak melakukan intervensi. Ketiga, muslim NTB mengutuk bentuk penistaan agama apapun. Empat, mendorong pihak berwajib untuk memenjarakan Ahok paling lambat 3 November. Lima, apabila sampai 3 November, Ahok belum ditangkap, mereka akan terus menggelar aksi dengan massa lebih besar. Saat ini, massa aksi bergerak ke Mapolda NTB di Jalan Langko, Mataram, untuk menyuarakan pendapatnya. (NA/SR)







