Sumbawa Barat. Samawarea. Com ( 01/11/2026) Deru mesin motor trail memecah kesunyian Desa Seloto. Satu per satu pengendara melintasi jalur menantang, menaklukkan tanjakan, menerobos medan berdebu hingga berjibaku dengan berbagai rintangan. Namun, di balik raungan mesin dan kerasnya lintasan, ada sesuatu yang jauh lebih bermakna: persaudaraan dan geliat ekonomi masyarakat desa.
Ajang JAS 4 Trabas Seloto tahun ini sukses menarik lebih dari 700 peserta dari berbagai daerah. Jumlah tersebut meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Sebuah capaian yang menunjukkan semakin besarnya daya tarik kegiatan trabas di Desa Seloto.
Bagi para rider, trabas memang identik dengan tantangan dan adu nyali. Medan berat menjadi bagian dari keseruan. Tanjakan terjal, jalan berbatu hingga lintasan yang menguras tenaga justru menjadi daya tarik tersendiri. Tetapi, trabas bukan hanya soal siapa paling tangguh menaklukkan jalur.
Di sepanjang perjalanan, solidaritas menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketika ada peserta kesulitan melewati rintangan, rider lainnya ikut membantu. Tidak ada sekat komunitas, daerah maupun perbedaan latar belakang. Semua menyatu dalam semangat satu jalur dan satu persaudaraan.
Kemeriahan JAS 4 Trabas Seloto ternyata tidak hanya dirasakan para pecinta motor trail. Kehadiran ratusan peserta beserta rombongan juga membawa berkah tersendiri bagi masyarakat setempat.
Warung-warung warga mendapatkan peluang pembeli, penjualan makanan dan minuman meningkat, begitu pula kebutuhan lain yang diperlukan para peserta. Aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak seiring ramainya kunjungan dari berbagai daerah.
Artinya, kegiatan berbasis hobi dan komunitas ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menghadirkan perputaran ekonomi di tingkat desa.
Ketua Panitia, Lukman, mengungkapkan bahwa jumlah peserta JAS 4 Trabas Seloto tahun ini mencapai lebih dari 700 orang. Angka tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
”Ya, kali ini peserta yang berpartisipasi dalam acara JAS 4 di Desa Seloto mencapai lebih dari 700 orang. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Semoga melalui kegiatan trabas ini persaudaraan kita semakin erat. Salam Satu Jalur, Gaspol!” ungkap Lukman.
Lonjakan peserta tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Desa Seloto untuk memperkenalkan potensi wilayahnya. Ratusan rider yang datang membawa cerita, pengalaman dan kesan tersendiri tentang desa yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Trabas Seloto membuktikan bahwa potensi desa tidak selalu harus diperkenalkan melalui kegiatan formal. Olahraga, hobi dan kreativitas komunitas juga bisa menjadi pintu masuk untuk menarik kunjungan, memperluas jaringan persaudaraan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, JAS 4 Trabas Seloto bukan sekadar cerita tentang mesin yang meraung, ban yang berputar atau tubuh yang berlumuran debu dan lumpur. Lebih dari itu, ada kebersamaan yang terbangun, ekonomi warga yang bergerak dan nama Desa Seloto yang semakin dikenal.
Sebab dalam dunia trabas, kemenangan bukan hanya ketika berhasil menaklukkan seluruh rintangan. Ada kepuasan ketika bisa saling membantu, ada kebahagiaan ketika bertemu saudara baru dan ada kebanggaan ketika kehadiran sebuah komunitas turut membawa manfaat bagi masyarakat.
Medan boleh berat, mesin boleh meraung, tetapi persaudaraan tetap menjadi tujuan. Itulah semangat JAS 4 Trabas Seloto.






