SUMBAWA BARAT, Samawarea. Com ( 29/10/2026) Kelangkaan semen mulai dirasakan sejumlah toko bangunan di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) KSB menemukan sedikitnya empat toko bangunan telah mengalami kekosongan stok semen selama dua pekan terakhir.
Kondisi ini diduga dipicu tersendatnya pasokan dari distributor akibat kendala bahan baku di tingkat pabrik.
Kepala Disprindag KSB, Suryaman, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah toko bangunan besar di Taliwang untuk memastikan kondisi ketersediaan semen di pasaran.
“Informasi yang kami terima dari sejumlah toko, pasokan dari distributor memang tersendat karena ada kendala bahan baku di pabrik,” ungkap Suryaman, Rabu (28/10).
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, empat toko yang dilaporkan sudah sekitar dua minggu kehabisan stok semen yakni UD Cahaya Bangunan, UD Taliwang Bangunan, UD Sahabat, dan UD Mitra Dita.
Meski demikian, pasokan semen di sejumlah toko lainnya diperkirakan mulai masuk secara bertahap. Namun, sebagian stok yang akan tiba sudah dipesan pelanggan, bahkan ada yang telah memberikan uang muka atau down payment (DP).
Suryaman merinci, UD Senter Bangunan dijadwalkan menerima sekitar 200 sak semen dengan harga Rp95.000 per sak. Sementara itu, UD Zidan juga diperkirakan menerima satu truk semen Tonasa dengan jumlah sekitar 200 sak, dengan harga Rp95.000 per sak.
Adapun UD Nova Noa dijadwalkan menerima sekitar 150 sak semen merek Tiga Roda dengan harga Rp100.000 per sak. Toko tersebut juga mencatat pasokan semen Tonasa sebanyak 200 sak dengan harga Rp90.000 per sak.
Sementara itu, UD Indo Keramik diperkirakan menerima tambahan 400 sak semen Tonasa dengan harga Rp90.000 per sak.
Masuknya pasokan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama warga yang sedang mengerjakan pembangunan rumah maupun proyek konstruksi lainnya.
Meski begitu, kondisi ini tetap perlu mendapat perhatian karena semen merupakan salah satu bahan bangunan utama yang sangat dibutuhkan masyarakat. Jika pasokan terus tersendat, pekerjaan konstruksi berpotensi tertunda dan masyarakat dapat kesulitan memperoleh semen sesuai kebutuhan.
Disprindag KSB telah melakukan pemantauan lapangan untuk mengetahui kondisi stok dan distribusi semen di tingkat pengecer. Perkembangan pasokan dari distributor menjadi salah satu hal penting yang perlu terus dipantau agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Masyarakat pun diharapkan dapat memperoleh informasi harga dan ketersediaan semen secara jelas, sehingga dapat merencanakan kebutuhan pembangunan tanpa harus menghadapi ketidakpastian pasokan berkepanjangan.






