Poteng Pernek hingga Ikan Bage, Produk Lokal Sumbawa Didorong Naik Kelas

oleh -36 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 September 2026) Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari implementasi 12 Program Unggulan Jarot-Ansori, dengan sasaran mendorong UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan memperluas pasar.

Penguatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DisKUKMindag) Kabupaten Sumbawa. Pendampingan mencakup peningkatan keterampilan pelaku usaha, kualitas produk, kemasan, merek, sertifikasi hingga strategi pemasaran.

Kepala DisKUKMindag Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara, S.T., M.Sc., mengatakan peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, potensi produk lokal Sumbawa cukup besar dan perlu didorong melalui pembenahan secara menyeluruh, mulai dari kualitas hingga pemasaran.

Salah satu produk yang tengah didorong adalah poteng Pernek. Selain itu, terdapat produk ikan bage dari Labuhan Ala, Desa Brang Kolong. Kedua produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan apabila didukung peningkatan kualitas, kemasan dan strategi pemasaran yang tepat.

Penguatan kapasitas pelaku usaha juga dilakukan melalui berbagai pelatihan kewirausahaan. Pada 6 Mei 2026, Pemkab Sumbawa melalui DPMPTSP bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan Diklat Kewirausahaan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha sekaligus calon wirausahawan.

Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan pemanfaatan teknologi. Terbaru, sebanyak 50 pelaku UMKM Sumbawa mengikuti AI Ignition Training pada 1–2 September 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama KUMPUL dan AMMAN Mineral tersebut memberikan pembekalan kepada pelaku usaha mengenai pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pengembangan bisnis.

Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perubahan pola bisnis dan pemasaran, sekaligus membuka peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.

Pemkab Sumbawa menargetkan semakin banyak UMKM, khususnya yang berada di desa, mampu naik kelas. Produk yang selama ini hanya beredar di pasar lokal diharapkan dapat berkembang menuju pasar regional hingga nasional.

Bahkan, peluang menembus pasar global juga mulai dibuka dengan memperkuat kualitas, identitas merek, kemasan, sertifikasi serta kemampuan pemasaran produk.

Dengan demikian, pendampingan UMKM tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Lebih dari itu, pemerintah daerah berupaya membangun ekosistem usaha agar pelaku UMKM semakin siap bersaing, berkembang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan memperkuat identitas produk unggulan daerah dan membawa lebih banyak produk lokal Sumbawa dari pasar desa menuju pasar regional, nasional hingga memiliki daya saing di pasar global, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumbawa yang Unggul, Maju dan Sejahtera. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *