SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 September 2026) — Suara penolakan terhadap isu penutupan aktivitas tambang emas di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, kembali menguat. Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tolak Penutupan Tambang Emas Lantung menyatakan sikap tegas mempertahankan aktivitas pertambangan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui deklarasi di depan Kantor Camat Lantung, Kamis (17/9/2026).
Dalam deklarasinya, warga menegaskan bahwa tambang emas bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi telah menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat. Penghasilan dari tambang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menyekolahkan anak, membangun rumah, hingga menggerakkan roda ekonomi masyarakat di wilayah Lantung.
“Tambang Emas Lantung adalah sumber kehidupan kami. Dari tambang inilah ribuan keluarga bertahan hidup dan mencari nafkah untuk menghidupi istri, anak dan orang tua kami,” tegas warga dalam deklarasinya.
Karena itu, masyarakat menyatakan menolak dengan tegas segala bentuk upaya penutupan Tambang Emas Lantung yang menurut mereka akan berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.
Warga khawatir penutupan tambang akan menghilangkan sumber pendapatan masyarakat, meningkatkan pengangguran dan berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan serta kebutuhan keluarga para pekerja tambang.
Namun, warga juga meminta pemerintah tidak hanya melihat persoalan tambang dari sisi penutupan. Mereka berharap pemerintah hadir memberikan pembinaan, pendampingan dan solusi agar aktivitas pertambangan masyarakat dapat berjalan secara legal dan lebih tertata.
Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah agar pemerintah mempermudah dan segera memfasilitasi penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) bagi masyarakat Lantung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami meminta negara hadir untuk membina, bukan mematikan. Berikan pendampingan dan pembinaan serta permudah dan segera terbitkan IPR untuk rakyat Lantung agar kami dapat bekerja secara legal, aman dan bermartabat,” demikian sikap yang disampaikan dalam deklarasi tersebut.
Aliansi juga meminta pemerintah menghentikan wacana penutupan tambang dan membuka ruang dialog bersama masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan pertambangan di Lantung.
Bagi warga, pilihan yang mereka inginkan jelas: tambang tetap dibuka, tetapi aktivitasnya harus diarahkan menuju tata kelola yang legal, aman dan sesuai aturan.
Deklarasi tersebut ditutup dengan seruan bersama: “LANTUNG BERSATU! TAMBANG TETAP BUKA! HIDUP RAKYAT! HIDUP BURUH TAMBANG!”
Melalui deklarasi ini, Aliansi Rakyat Tolak Penutupan Tambang Emas Lantung berharap pemerintah dapat merespons aspirasi masyarakat dengan menghadirkan solusi yang memberikan kepastian terhadap mata pencaharian warga sekaligus memastikan aktivitas pertambangan berlangsung sesuai ketentuan hukum. (SR)







