ODGJ Perlu Pendampingan Berkelanjutan, Bupati Sumbawa Dorong Pembentukan Rumah Singgah

oleh -99 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (20 Agustus 2026) – Persoalan kesehatan jiwa menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mendorong adanya penanganan yang terpadu serta kolaborasi lintas sektor dalam menangani masyarakat dengan gangguan kesehatan jiwa.

Hal itu disampaikan Bupati saat membuka secara resmi Pertemuan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Sumbawa di La Grande Ballroom Hotel, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, dan pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa mengatakan kesehatan merupakan salah satu hal paling berharga bagi manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Karena itu, menjaga kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bupati juga mengapresiasi keberadaan TPKJM yang dinilai memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah memberikan pelayanan dan penanganan terhadap masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Menurutnya, kesehatan jiwa memiliki keterkaitan erat dengan kondisi kesehatan fisik. Gangguan psikologis, termasuk stres, dapat memengaruhi pola hidup seseorang dan pada akhirnya berdampak terhadap kondisi fisiknya.

“Dengan sedikit gangguan kesehatan jiwa maka kesehatan fisik akan terganggu. Contohnya ketika seseorang tidak terlalu memperhatikan makan akibat stres, imun tubuh menurun sehingga dapat menyebabkan berbagai komplikasi lainnya,” jelasnya.

Bupati menegaskan, gangguan kesehatan jiwa bukanlah kondisi yang tidak dapat ditangani. Dengan penanganan yang tepat, berkelanjutan, serta dukungan dari lingkungan sekitar, masyarakat yang mengalami gangguan jiwa tetap memiliki peluang untuk memperoleh kesembuhan dan kembali menjalankan aktivitas secara produktif dan positif.

Berangkat dari kondisi tersebut, Bupati menyatakan dukungannya terhadap upaya pembentukan rumah singgah bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, keberadaan rumah singgah dapat menjadi salah satu bagian dari solusi dalam memberikan pendampingan dan penanganan yang lebih manusiawi serta berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Persoalan kesehatan jiwa tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” tegasnya.

Ia berharap TPKJM mampu memperkuat koordinasi antarinstansi dan mendorong lahirnya langkah-langkah konkret dalam penanganan kesehatan jiwa di Kabupaten Sumbawa.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, masyarakat, serta berbagai pihak terkait, penanganan ODGJ diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pemulihan dan reintegrasi sosial sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara layak di tengah masyarakat. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *