Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 1 Agustus 2026)
Konsistensi Komunitas Literasi Anokbongan dalam menghidupkan ruang kreativitas anak muda melalui program “Panggung Jumat” mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri.
Kegiatan yang digelar secara rutin setiap Jumat malam di kawasan Alun-alun Kota Taliwang tersebut dinilai tidak sekadar menjadi panggung hiburan, tetapi telah berkembang sebagai ruang publik yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengekspresikan gagasan, bakat, dan kreativitas mereka.
Badaruddin Duri menilai keberadaan ruang-ruang kreatif seperti Panggung Jumat memiliki arti penting dalam membangun ekosistem kepemudaan di daerah. Menurutnya, anak muda membutuhkan ruang yang terbuka dan positif untuk menyalurkan energi, kreativitas, sekaligus menyampaikan pandangan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Panggung Jumat ini bukan hanya soal seni dan hiburan. Ada ruang untuk berkreativitas, berdiskusi, menyampaikan gagasan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Komunitas Literasi Anokbongan yang secara konsisten mempertahankan kegiatan tersebut. Konsistensi itu, menurutnya, menunjukkan adanya semangat dari masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil bagian dalam menghidupkan ruang publik dengan kegiatan yang produktif dan edukatif.
Menurut Badaruddin, ruang publik harus mampu menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan dan ekspresi masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti Panggung Jumat perlu dipelihara dan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi bagian dari gerakan literasi dan pengembangan kreativitas anak muda di KSB.
“Ruang publik seperti ini harus terus dijaga keberlangsungannya. Anak-anak muda perlu diberikan kesempatan untuk tampil, berekspresi dan menunjukkan kemampuan mereka,” katanya.
Ia menyebut, kreativitas generasi muda tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan formal. Seni, musik, sastra, diskusi, membaca puisi, pertunjukan, hingga obrolan mengenai persoalan sosial merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan cara berpikir.
Dari ruang-ruang semacam itulah, kata dia, anak muda dapat belajar menyampaikan pendapat secara terbuka sekaligus menghargai perbedaan pandangan. Budaya diskusi yang sehat juga penting untuk mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya kreatif, tetapi memiliki kepedulian terhadap perkembangan daerah.
Badaruddin berharap Panggung Jumat dapat terus menjadi ruang inklusif yang dapat diakses berbagai kalangan, terutama pelajar, mahasiswa, komunitas, seniman, pegiat literasi, dan kelompok pemuda lainnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan tersebut terus berinovasi dengan menghadirkan lebih banyak bentuk kreativitas. Dengan demikian, Panggung Jumat tidak hanya menjadi agenda mingguan, tetapi dapat tumbuh menjadi salah satu identitas ruang kreatif masyarakat KSB.
“Yang paling penting adalah bagaimana ruang ini terus hidup. Dari panggung kecil seperti ini bisa lahir ide besar, kreativitas baru, bahkan gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, keberadaan Komunitas Literasi Anokbongan menunjukkan bahwa gerakan literasi di daerah dapat dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami persoalan, menyampaikan gagasan, serta mengambil peran dalam kehidupan sosial.
Dengan dukungan berbagai pihak, Panggung Jumat diharapkan mampu terus berkembang sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda KSB. Alun-alun Kota Taliwang pun tidak hanya menjadi ruang berkumpul masyarakat, tetapi juga menjadi tempat lahirnya kreativitas, gagasan, dan berbagai ekspresi positif anak muda.
Bagi Badaruddin, keberlanjutan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berkembang, khususnya generasi muda sebagai bagian penting dari masa depan Kabupaten Sumbawa Barat.






