SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Juli 2026) —Pembangunan yang tepat sasaran tidak lahir dari perkiraan, melainkan dari data yang akurat. Karena itu, kejujuran masyarakat saat memberikan informasi menjadi modal utama bagi lahirnya kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Pesan tersebut mengemuka saat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mencanangkan sekaligus membuka kegiatan Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sumbawa di Aula H. Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (30/6).
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Sumbawa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk komitmen bersama menyukseskan pendataan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga pada kejujuran masyarakat dalam menyampaikan informasi.
“Data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi bertujuan menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara nyata. Dari data itulah strategi pembangunan daerah maupun nasional disusun. Perencanaan pembangunan yang berkualitas hanya bisa diwujudkan apabila didukung data yang akurat, valid, dan konsisten,” tegasnya.
Menurut Bupati, kualitas data dari Kabupaten Sumbawa akan ikut menentukan kualitas data di tingkat provinsi hingga nasional. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk memperkuat UMKM, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, sekaligus mempercepat terwujudnya visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh pelaku usaha, baik usaha besar, menengah, kecil maupun mikro, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Mari kita bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, S.ST., M.Si., menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya agenda Badan Pusat Statistik, tetapi merupakan kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyediakan data berkualitas untuk pembangunan.
Ia menjelaskan, BPS secara berkala melaksanakan tiga sensus besar, yakni Sensus Penduduk setiap tahun berakhiran nol, Sensus Pertanian pada tahun berakhiran tiga, dan Sensus Ekonomi pada tahun berakhiran enam. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan Sensus Ekonomi yang kelima sejak pertama kali digelar pada 1986.
Menurut Yudi, tujuan utama sensus ini adalah menyediakan data dasar seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia, termasuk Kabupaten Sumbawa. Data tersebut akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.
Melalui pendataan ini, pemerintah akan memperoleh gambaran mengenai struktur ekonomi, karakteristik pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital hingga potensi ekonomi hijau yang dimiliki daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa rangkaian Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Berbagai persiapan telah dilakukan BPS Sumbawa, mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, hingga perekrutan serta pelatihan petugas lapangan.
Sebanyak 279 petugas sensus telah mengikuti pelatihan pada Juni 2026 dan mulai melakukan pendataan secara door to door sejak pertengahan Juni hingga Agustus mendatang. Mereka tersebar di seluruh kecamatan, dengan Kecamatan Sumbawa menjadi wilayah yang memiliki petugas terbanyak, yakni 52 orang.
Yudi berharap masyarakat menerima kedatangan petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, kejujuran responden merupakan kunci utama menghasilkan data berkualitas yang akan menjadi fondasi berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di masa depan.
Pendataan ini akan mencakup seluruh jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar. (SR)






