ABK KMP Athayana Ditemukan Tak Bernyawa 

oleh -177 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (1 Juli 2026) – Suasana di atas KMP Athayana yang tengah berlabuh lepas jangkar di Perairan Gilimas, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, mendadak panik. Pasalnya seorang anak buah kapal (ABK) ditemukan meninggal dunia pada Selasa (30/6/2026) pagi. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

Korban diketahui bernama Aziz Handrawan (23), warga Dusun Selampang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa laporan mengenai peristiwa tersebut diterima personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar sekitar pukul 08.00 Wita.

“Anggota menerima laporan terkait penemuan seorang ABK KMP Athayana dalam kondisi meninggal dunia di atas kapal saat berada di Perairan Gilimas. Saat ini seluruh rangkaian peristiwa masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Informasi awal bermula sekitar pukul 07.45 Wita ketika Kepala Cabang Jemla Lembar, Mashuri, menerima telepon dari Kapten KMP Athayana, Mulyono. Dalam laporannya, kapten kapal menyampaikan bahwa salah seorang ABK ditemukan tergantung di atas kapal.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar bersama Tim Identifikasi (Inafis) Unit Pidum Satreskrim Polres Lombok Barat serta petugas BKK Lembar segera menuju lokasi menggunakan kapal milik Basarnas.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, dokumentasi, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan bahan keterangan.

“Langkah pertama difokuskan pada pengamanan TKP dan pemeriksaan awal. Keterangan para saksi juga sedang dikumpulkan agar penyelidikan berjalan secara menyeluruh,” kata Kombes Kholid.

Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke Pelabuhan Lembar dan selanjutnya dibawa ke RSUP NTB untuk menjalani pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Polda NTB mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis selesai.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Percayakan proses penanganan perkara ini kepada penyidik hingga seluruh fakta dapat terungkap secara objektif,” pungkas Kombes Kholid. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *