MATARAM, samawarea.com (3 Juni 2026) – Sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke NTB tercatat melonjak 35,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa pariwisata daerah semakin bergairah dan berdampak positif terhadap industri perhotelan serta ekonomi masyarakat.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Aula Tambora BPS NTB, Selasa (2/6).
BPS mencatat jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid mencapai 8.686 orang pada April 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan Maret 2026 yang sebanyak 6.428 orang. Secara tahunan, kunjungan wisman juga tumbuh 11,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Penguatan sektor pariwisata turut tercermin dari meningkatnya tingkat hunian hotel di NTB. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2026 mencapai 36,06 persen atau naik 4,79 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat sebesar 26,59 persen, meningkat 5,75 poin dibandingkan Maret 2026.
Jumlah tamu yang menginap juga menunjukkan tren positif. Hotel berbintang mencatat sebanyak 98.077 tamu, sedangkan hotel nonbintang dan akomodasi lainnya menerima 140.284 tamu selama periode yang sama.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan aktivitas sektor pariwisata NTB mengalami penguatan dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara, tingkat hunian hotel, hingga meningkatnya pergerakan wisatawan yang memanfaatkan berbagai fasilitas akomodasi di daerah.
Menanggapi capaian tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, mengatakan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan menjadi bukti semakin kuatnya daya saing NTB sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.
“Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan kepercayaan pasar terhadap pariwisata NTB terus menguat. Didukung keindahan alam, kekayaan budaya, sport tourism, serta berbagai event nasional dan internasional, NTB semakin dikenal sebagai destinasi yang menarik dan kompetitif,” ujarnya.
Menurut Aka—sapaan akrabnya, kenaikan jumlah wisatawan yang dibarengi dengan meningkatnya tingkat hunian hotel menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Ketika wisatawan datang dan tinggal lebih lama, manfaatnya dirasakan langsung oleh sektor perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB akan terus memperkuat kualitas destinasi wisata, pengembangan desa wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, serta promosi yang lebih terarah guna menjaga tren pertumbuhan tersebut.
“Kami optimistis tren ini akan terus berlanjut. Dengan konektivitas yang semakin baik, kualitas destinasi yang terus meningkat, dan dukungan berbagai event unggulan, NTB akan semakin kokoh sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (SR)






