Dinas Kesehatan KSB Tunjukan Antusiasme Tinggi, Daftarkan Lima Inovasi Unggulan Pada Lomba Inovasi Daerah 2026

oleh -98 Dilihat

Sumbawa Barat. Samawarea. Com ( 15/6/2026)Semangat inovasi terus bergelora di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat. Instansi yang bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat tersebut resmi mendaftarkan lima inovasi unggulan yang mewakili masing-masing bidang pelayanan kesehatan.

 

Kelima inovasi tersebut dirancang sebagai solusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Inovasi pertama adalah Gercep Cari TRC (Gerakan Cepat Cegah dan Manajemen Terpadu Diabetes Melitus dan Hipertensi) Tim Reaksi Cepat Ambulans Terintegrasi Aplikasi KSB Maju. Inovasi ini bertujuan meningkatkan deteksi dini, pencegahan, serta pengelolaan penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus dan hipertensi. Melalui dukungan tim reaksi cepat dan sistem ambulans yang terintegrasi dengan aplikasi KSB Maju, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan efektif.

 

Inovasi kedua adalah DEBEST (Desa Bebas Tuberkulosis 100 Persen Sumbawa Barat). Program ini merupakan upaya percepatan eliminasi tuberkulosis melalui pendekatan berbasis desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Melalui DEBEST, Dinas Kesehatan berupaya menciptakan desa-desa yang bebas dari kasus tuberkulosis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut.

 

Selanjutnya, inovasi ketiga adalah JAMU EKSTRAK, yang merupakan singkatan dari Jaringan Aspirasi Mingguan (JAMU) dan Evaluasi Kinerja Strategis (EKSTRAK). Inovasi ini berfokus pada penguatan sistem informasi dan tata kelola organisasi melalui mekanisme penyerapan aspirasi secara rutin serta evaluasi kinerja yang terukur. Dengan sistem ini, berbagai permasalahan dan kebutuhan pelayanan dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan berbasis data.

 

Inovasi keempat yaitu SIGAP IBU (Sistem Penanganan Gawat Darurat dan Risiko Tinggi Ibu dan Bayi) melalui Lonceng Sakti. Program ini dikembangkan untuk mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui mekanisme peringatan dini dan koordinasi cepat antarpetugas kesehatan, diharapkan penanganan kasus kegawatdaruratan ibu hamil, persalinan, dan bayi dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

 

Sementara itu, inovasi kelima adalah Desa DITA, Bale DITA (Desa Integrasi Berbasis Layanan Imunisasi dan Data). Program ini menitikberatkan pada integrasi pelayanan imunisasi dengan pengelolaan data kesehatan masyarakat yang lebih akurat dan terstruktur. Melalui inovasi ini, cakupan imunisasi diharapkan semakin meningkat serta mendukung terciptanya basis data kesehatan yang lebih lengkap dan mudah diakses untuk kebutuhan perencanaan program kesehatan.

 

Di sisi lain, partisipasi OPD dalam ajang inovasi daerah tahun ini masih perlu ditingkatkan. Dari total 32 OPD yang ada ditambah 8 kecamatan, hingga saat ini baru sekitar 10 OPD yang telah mendaftarkan inovasinya kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Melihat masih rendahnya jumlah pendaftar, panitia memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran selama satu pekan. Jika sebelumnya batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 10 Juni 2026, kini diperpanjang hingga 17 Juni 2026 guna memberikan kesempatan lebih luas kepada seluruh perangkat daerah untuk berpartisipasi.

 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap momentum perlombaan inovasi daerah ini dapat menjadi sarana untuk mendorong lahirnya berbagai terobosan baru dalam pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Kami sangat berharap semua OPD, baik dinas, badan, kecamatan, maupun kelurahan dapat ikut serta dalam perlombaan inovasi ini sebagai upaya perbaikan dan percepatan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi melalui Analis Kebijakan, Mustamar.

Menurutnya, inovasi bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi menjadi bagian penting dari budaya kerja pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Dengan semakin banyaknya inovasi yang lahir dari perangkat daerah, diharapkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumbawa Barat terus meningkat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *