FPRB Sumbawa Perkuat Kolaborasi Multi Pihak Dukung Implementasi Sumbawa Hijau Lestari

oleh -90 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Agustus 2026) – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa menggelar Pertemuan Koordinasi Multi Pihak Forum Pengurangan Risiko Bencana dengan tema Penguatan Kolaborasi Ketangguhan Desa dalam Mendukung Implementasi Sumbawa Hijau Lestari di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (6/8).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sumbawa, jajaran kepala OPD, para camat, pengurus Forum Komunikasi Kepala Desa, Kepala PKH Wilayah IV dan V Sumbawa, lembaga mitra, akademisi, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua FPRB Kabupaten Sumbawa diwakili Wakil Ketua I, Zainuddin SH, menyampaikan laporan panitia. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa yang tangguh, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan sejalan dengan program Sumbawa Hijau Lestari (SHL).

Menurut Jen, sapaan akrabnya, forum koordinasi ini memiliki lima tujuan utama, yakni menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terhadap SHL sebagai strategi pembangunan berbasis ketangguhan, mengidentifikasi peluang sinergi program lintas sektor, menyusun pembagian peran masing-masing lembaga, merumuskan rencana aksi bersama tahun berjalan, serta menetapkan mekanisme koordinasi lanjutan.

“Melalui pertemuan ini diharapkan seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat kolaborasi sehingga implementasi Sumbawa Hijau Lestari dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 73 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi masyarakat, akademisi, hingga mitra pembangunan.

Selain menjadi wadah koordinasi, forum ini juga menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah yang memiliki kompetensi di bidang pembangunan desa, ketangguhan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan hidup.

Jen berharap hasil pertemuan tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi melahirkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat ketangguhan desa, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik tenaga, pikiran maupun fasilitas sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Semoga forum ini menghasilkan komitmen dan aksi nyata bagi terwujudnya desa-desa yang tangguh, lestari, dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *