Gandeng CARE Indonesia, Bupati Sumbawa Fokus Penguatan Ekonomi, Lingkungan dan Pesisir

oleh -150 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Mei 2026) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menjalin kolaborasi dengan Yayasan CARE Indonesia dalam upaya percepatan peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkab Sumbawa dan CARE Indonesia di Ruang Rapat H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Inspektorat, Kepala Bapperida, serta sejumlah kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bermitra dengan CARE Indonesia guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya senior di CARE sejak CARE masih kecil dulu. Jadi tidak perlu berpanjang kata, karena saya paham CARE kompeten di bidang pemberdayaan dan punya kepedulian untuk membantu masyarakat,” ujar Bupati Haji Jarot.

Bupati menyebutkan, terdapat tiga program prioritas yang akan menjadi payung besar kerja sama antara Pemkab Sumbawa dan CARE Indonesia, yakni penguatan ekonomi masyarakat, penanganan lingkungan dan persampahan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

Ia meminta seluruh OPD agar kreatif mengembangkan program turunan sesuai arah kebijakan pemerintah daerah.

“Kita tidak perlu menangani sendiri, dengan CARE kita bisa kolaborasi agar program berjalan,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti persoalan kawasan hutan di Sumbawa. Meski kewenangan hutan berada di tingkat provinsi, namun masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut merupakan warga Kabupaten Sumbawa.

“Karena itu kami buat program khusus. Kewenangan hutan memang di provinsi, tapi masyarakatnya di Kabupaten Sumbawa. Saya sudah minta Gubernur memperkuat Satgas Penanganan Hutan,” jelasnya.

Untuk mendukung program agroforestri, Bupati menawarkan pengembangan porang sebagai pilot project. Pemkab Sumbawa, kata dia, siap menyediakan bibit porang bagi masyarakat.

“Porang ini adaptif, bisa tumbuh di bawah naungan. Silakan CARE buat pilot di Sumbawa,” katanya.

Selain itu, Bupati Jarot juga mengungkap sejumlah tantangan daerah yang masih menjadi perhatian pemerintah, seperti inflasi akibat kenaikan harga cabai, kemiskinan ekstrem, dan persoalan stunting.

Menurutnya, banyak pendatang yang bekerja di sektor pertanian dan bangunan tinggal di rumah tidak layak, sehingga berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan saat pendataan dilakukan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan CARE Indonesia, Dr. Abdul Wahib Situmorang menyampaikan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen CARE dalam mendukung pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan pengentasan kemiskinan dengan keberpihakan pada kelompok marjinal, khususnya perempuan.

“CARE di Indonesia sudah ada sejak 1967. Sekarang kita ingin melanjutkannya dengan inovasi yang selaras dengan visi Sumbawa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga program prioritas yang akan didorong CARE Indonesia di Kabupaten Sumbawa.

Pertama, program agroforestri berbasis perdagangan karbon melalui pengembangan komoditas kopi, coklat, dan kemiri yang terintegrasi dengan perdagangan karbon. Sumbawa diusulkan menjadi lokasi percontohan perdagangan karbon berbasis kelompok masyarakat.

“CARE saat ini berdiskusi intensif dengan Nature dari Australia dan Bumi Hijau dari Jakarta terkait program ini,” jelasnya.

Kedua, program ekonomi sirkular pengelolaan sampah melalui replikasi model pengelolaan sampah organik menggunakan maggot BSF yang telah berhasil diterapkan di Depok dan Sumatera Selatan.

Maggot tersebut nantinya akan diolah menjadi pakan ikan, sementara kotorannya dijadikan pupuk organik untuk hortikultura dan mendukung program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini direncanakan dilaksanakan di empat kecamatan di Sumbawa dan berpotensi menghasilkan pendapatan dari sektor karbon limbah.

Ketiga, penguatan ekonomi perempuan pesisir yang terintegrasi dengan perlindungan kawasan pesisir. Program tersebut telah mendapat dukungan pendanaan untuk pelaksanaannya di Sumbawa.

Abdul Wahib berharap ketiga program prioritas itu dapat selaras dengan visi dan misi Bupati Sumbawa dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, bermartabat, dan mampu mengentaskan kemiskinan. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *