Ekonomi NTB Melejit, Pengangguran Kian Menyusut

oleh -140 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (5 Mei 2026) – Perekonomian Provinsi (NTB) mencatat pertumbuhan signifikan pada Triwulan I-2026. Berdasarkan data (BPS), ekonomi NTB tumbuh sebesar 13,64 persen secara tahunan (year-on-year), diiringi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 2,99 persen.

Capaian ini menegaskan posisi NTB sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang mulai berdampak langsung pada perbaikan kondisi ketenagakerjaan masyarakat.

BPS mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB atas dasar harga berlaku mencapai Rp52,62 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp29,68 triliun.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang melonjak hingga 60,25 persen. Lonjakan tersebut seiring meningkatnya aktivitas smelter yang memberikan nilai tambah signifikan terhadap perekonomian daerah. Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian juga tumbuh tinggi sebesar 31,80 persen, didukung peningkatan produksi konsentrat.

Dari sisi pengeluaran, ekspor menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 91,87 persen. Peningkatan ini dipicu oleh melonjaknya ekspor komoditas tambang dan hasil industri pengolahan, yang pada periode yang sama tahun sebelumnya belum menunjukkan performa optimal.

Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi NTB mengalami kontraksi sebesar 1,30 persen dibandingkan Triwulan IV-2025. Kondisi ini dipengaruhi faktor musiman, khususnya pada sektor industri dan ekspor. Meski demikian, secara tahunan kinerja ekonomi NTB tetap menunjukkan tren ekspansi yang kuat.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, kondisi ketenagakerjaan juga mengalami perbaikan. Jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 tercatat sebanyak 3,14 juta orang atau meningkat 51,20 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 32,86 persen. Namun, sektor industri pengolahan mulai menunjukkan peran signifikan dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 2,99 persen atau berkurang 0,23 persen poin dibanding Februari 2025, mencerminkan meningkatnya daya serap ekonomi terhadap tenaga kerja, khususnya di sektor-sektor produktif.

Selain itu, kualitas ketenagakerjaan juga menunjukkan tren positif. Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 29,51 persen, disertai penurunan angka setengah pengangguran yang menandakan semakin optimalnya pemanfaatan tenaga kerja.

BPS menilai penguatan sektor pertanian dan industri, termasuk dampak berbagai program strategis pemerintah, turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di daerah.

Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi NTB tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penurunan pengangguran dan membaiknya kualitas kerja. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *