DOMPU, samawarea.com (29 Mei 2026)— Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, korban terseret arus di kawasan Pantai Lakey, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Jumat (29/5/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Rianto, warga asal Majalengka, Jawa Barat, yang sebelumnya dilaporkan terseret arus saat mandi di Pantai Lakey pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita oleh seorang nelayan bernama Jaba (34), warga Dusun Finis, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, saat hendak kembali dari mencari ikan.
Berdasarkan keterangan saksi, saat perjalanan menuju daratan, dirinya melihat benda terapung di laut dari jarak sekitar 10 meter. Karena curiga, saksi kemudian mendekat dan memastikan bahwa benda tersebut merupakan sesosok mayat yang terapung di perairan Pantai Lakey.
Usai memastikan penemuan tersebut, saksi segera menuju daratan dan melaporkan kejadian kepada masyarakat, anggota Pos Pol Lakey, serta Tim Basarnas yang sebelumnya telah bersiaga di lokasi pencarian.
Mendapat informasi itu, Kapolsek Hu’u IPTU Ade Helmi, SH bersama personel Polsek Hu’u langsung menuju lokasi dan melakukan koordinasi dengan Tim Basarnas, Sat Polairud Polres Dompu, serta kelompok nelayan guna melakukan proses evakuasi korban.
Sebelum proses evakuasi dilakukan, Kapolsek Hu’u bersama unsur terkait menggelar rapat darurat untuk menentukan langkah evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi ombak dan keselamatan personel.
Selanjutnya, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sat Polairud Polres Dompu, anggota Polsek Hu’u, Pospol Lakey, serta kelompok nelayan bergerak menuju lokasi penemuan korban untuk melakukan evakuasi.
Sekitar pukul 08.20 WITA, setelah dipastikan berdasarkan ciri-ciri fisik bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, tim langsung mengevakuasi jenazah ke darat dan membawanya menuju RSUD Dompu menggunakan ambulans Puskesmas Rasabou.
Kapolsek Hu’u IPTU Ade Helmi menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut serta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah ini. Proses pencarian hingga evakuasi berjalan berkat kerja sama seluruh unsur, mulai dari Basarnas, Polairud, TNI, pemerintah desa, kelompok nelayan hingga masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di Pantai Lakey karena wilayah tersebut memiliki ombak besar dan arus bawah laut yang cukup kuat.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur SIK melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel dan tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian korban.
Menurutnya, sinergitas antara Polri, TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, kelompok nelayan, dan masyarakat menjadi bentuk nyata kepedulian bersama dalam penanganan musibah kemanusiaan.
Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian proses pencarian resmi dihentikan. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman, tertib, dan kondusif. (SR)






