BGN dan Polda NTB Bongkar Dugaan Penipuan Proyek Dapur MBG di Lombok Timur

oleh -194 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (29 Mei 2026) — Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polda NTB mengungkap kasus dugaan penipuan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur. Kerugian dalam kasus tersebut ditaksir mencapai Rp 950 juta.

Kasus ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Rupatama Polda NTB, Jumat (29/5). Hadir dalam kesempatan itu Wakil Kepala BGN Irjen Pol. (P) Sony Sanjaya, S.I.K., Sesdep Prokma BGN Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., Plt Irwasda Polda NTB Kombes Pol. Sigit Hariwibowo, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., dan Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana, S.I.K., S.H.

Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya mengungkapkan, modus yang digunakan pelaku yakni menjanjikan titik lokasi pembangunan dapur SPPG lengkap dengan operasionalnya kepada korban.

“Pelaku menjanjikan memberikan titik lokasi bangunan dan membangunkan bangunan SPPG serta siap operasional, padahal operasional belum berjalan,” ungkap Sony.

Sony menegaskan bahwa seluruh proses pengusulan hingga verifikasi dapur MBG tidak dipungut biaya apa pun. Pihaknya juga telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada calo yang mengatasnamakan program MBG.

“Masyarakat dari awal tidak dipungut biaya. Himbauan juga sudah jelas disampaikan berulang-ulang melalui media. Saya sendiri secara personal sudah menyampaikan dari awal jangan sampai tertipu calo-calo,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah korban mulai mendatangi BGN setelah uang yang diserahkan tidak kunjung dikembalikan, sementara proyek dapur tidak berjalan sesuai janji.

“Korban mulai datang ke BGN karena uangnya tidak dikembalikan. Baru kemudian bertanya ke BGN dan akhirnya ditangani aparat penegak hukum,” ujarnya.

Sony juga meminta masyarakat untuk mempelajari petunjuk teknis pembangunan dapur SPPG melalui situs resmi pemerintah. Menurutnya, seluruh spesifikasi pembangunan dapur sudah tersedia dan dapat diakses publik.

“Juknis BGN tentang ukuran dapur itu bisa didownload masyarakat. Sekarang sudah bisa diakses di Google dan puluhan ribu orang sudah membuat dapur,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana menjelaskan, laporan dugaan penipuan mulai diproses sejak Mei 2026. Penyidik kini telah menetapkan terduga pelaku berinisial S.

“Kasus bermula pada kurun waktu September 2025. Kemudian pada 21 Mei 2026 kami menerbitkan surat penyidikan dan tanggal 29 Mei 2026 menetapkan terduga berinisial S,” jelas Komang.

Ia menyebutkan, laporan pertama yang diterima polisi menimbulkan kerugian cukup besar dan tidak menutup kemungkinan adanya korban lain.

“Dengan kerugian yang cukup besar ini pengaduan pertama kami tangani. Nanti akan berkembang dan setelah penetapan tersangka kami akan rilis kembali,” katanya.

Berdasarkan data penyidik, pelapor Husna Mauladat Mariam menyerahkan uang sebesar Rp 950 juta kepada terlapor berinisial S dan seorang kontraktor berinisial HP. Dana tersebut disebut untuk pembangunan dapur MBG di wilayah Masbagik Selatan, Lombok Timur.

Bangunan dapur saat ini telah berdiri, namun penyelesaian pembangunan dilakukan pihak korban sendiri. Hingga kini dapur tersebut belum memperoleh titik koordinat resmi dari BGN sehingga belum dapat beroperasi.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid menegaskan perkara tersebut saat ini telah masuk tahap penyidikan dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sesuai KUHP terbaru. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *