SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 April 2026) — Kabupaten Sumbawa yang kerap dilanda berbagai bencana alam terus memperkuat kesiapsiagaan sebagai langkah utama dalam mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Pemerintah daerah pun menyiapkan sejumlah mekanisme penanggulangan untuk melindungi masyarakat serta meminimalkan kerugian.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP, Senin (27/4), menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan serangkaian tindakan penting yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Tujuannya untuk mengurangi risiko, meminimalkan dampak, serta memastikan respons yang cepat dan efektif saat bencana berlangsung.
Menurutnya, Sumbawa termasuk daerah rawan bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kekeringan dan krisis air bersih. Kondisi ini menuntut adanya langkah antisipatif yang terencana dan berkelanjutan.
“Mengingat Kabupaten Sumbawa merupakan daerah rawan bencana, maka kesiapsiagaan menjadi sangat penting untuk melindungi nyawa maupun harta benda masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/4).
Ia menjelaskan, salah satu langkah utama dalam mengurangi risiko bencana adalah memahami potensi ancaman yang ada. Dengan identifikasi risiko dan pemetaan wilayah rawan, pemerintah dapat menentukan langkah pencegahan serta respons yang tepat.
“Persiapan yang baik dapat meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat, infrastruktur, dan perekonomian daerah,” jelasnya.
Selain itu, kesiapan yang matang juga diyakini mampu mempercepat proses penanganan saat bencana terjadi, sehingga dapat menekan jumlah korban jiwa maupun kerugian material.
Sekda yang disapa Doktor Budi juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, pemahaman tentang tanda-tanda awal bencana, jalur evakuasi, serta langkah perlindungan diri sangat dibutuhkan.
“Setiap keluarga dan komunitas harus memiliki rencana tanggap darurat, seperti jalur evakuasi, titik kumpul, hingga cara berkomunikasi saat kondisi darurat,” ungkapnya.
Tak kalah penting, pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan sistem peringatan dini. Sistem ini dinilai mampu memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi dan mengambil langkah penyelamatan.
“Masyarakat yang siap menghadapi bencana akan memiliki ketahanan lebih baik dan mampu pulih lebih cepat setelah bencana terjadi,” tandasnya. (SR)






