SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 April 2026) – Kabupaten Sumbawa hingga saat ini masih nihil kasus campak. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa terus mengintensifkan sosialisasi serta pelaksanaan vaksinasi campak atau rubella sebagai langkah pencegahan yang efektif, khususnya bagi anak-anak.
Vaksinasi campak menjadi bagian penting dalam upaya melindungi anak dari risiko komplikasi serius akibat infeksi virus tersebut. Imunisasi ini diberikan secara bertahap, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, menegaskan bahwa meskipun campak kerap dianggap sebagai penyakit ringan, namun dampaknya dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.
“Campak adalah infeksi virus yang sangat menular. Meskipun sering dianggap ringan, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/4).
Ia menjelaskan bahwa vaksinasi campak atau rubella sangat dianjurkan untuk menekan risiko tersebut, terutama dalam melindungi anak-anak dari dampak jangka panjang yang membahayakan kesehatan.
Menurutnya, anak yang telah divaksin memang masih berpotensi terinfeksi campak, namun gejala yang muncul umumnya jauh lebih ringan dibandingkan anak yang belum mendapatkan imunisasi.
“Vaksinasi membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit, sekaligus menekan risiko komplikasi berat seperti radang otak dan pneumonia,” jelasnya.
Sarip menambahkan, imunisasi campak tidak hanya berfungsi mencegah infeksi, tetapi juga melindungi anak dari risiko kecacatan hingga kematian akibat komplikasi yang tidak tertangani dengan baik.
Untuk itu, ia mengimbau para orang tua agar memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh tenaga kesehatan.
“Meskipun sudah divaksin, anak masih bisa mengalami gejala ringan seperti demam, ruam, batuk, dan pilek. Namun risikonya jauh lebih kecil dibandingkan yang tidak divaksin,” terangnya.
Selain vaksinasi, pemberian vitamin A juga dinilai penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak. Nutrisi ini membantu mencegah komplikasi serius serta mempercepat proses pemulihan apabila anak terinfeksi campak.
Dinkes Sumbawa berharap, dengan kesadaran masyarakat yang terus meningkat terhadap pentingnya imunisasi, wilayah ini dapat tetap mempertahankan status nihil kasus campak ke depannya. (SR)






