Hadapi Musim Kemarau, BPBD Sumbawa Siap Siaga Antisipasi Krisis Air Bersih

oleh -575 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 April 2026) – Menghadapi musim kemarau yang kerap memicu krisis air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa memastikan kesiapan personel dan armada guna membantu masyarakat terdampak.

Setiap tahunnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa, terutama bagian utara, timur, barat, dan tengah, mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat kebutuhan air masyarakat terus meningkat.

Meski telah dilayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), ketersediaan air dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan secara optimal. Oleh karena itu, distribusi air bersih oleh BPBD bersama Polres Sumbawa dan PMI Cabang Sumbawa menjadi solusi penting saat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif, tidak hanya melalui distribusi air bersih, tetapi juga dengan mendorong solusi jangka panjang.

“Selain pendistribusian air, kami juga berupaya menghadirkan sumber air baru bagi masyarakat. Perlindungan mata air harus menjadi tanggung jawab bersama agar debit air tidak menurun drastis saat kemarau,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/04).

Menurut pria yang akrab disapa Dayat ini, berkurangnya jumlah mata air di Sumbawa tidak lepas dari maraknya perambahan dan pembalakan liar yang menyebabkan degradasi hutan.

“Kerusakan hutan berdampak langsung pada berkurangnya titik mata air dan debit air tanah yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, BPBD meminta pemerintah desa ikut berperan aktif menjaga kelestarian hutan serta melakukan eksplorasi terhadap potensi sumber air yang masih tersedia.

Dayat juga mengingatkan masyarakat agar tidak terus melakukan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, khususnya jagung, yang berpotensi memperparah kerusakan lingkungan.

“Kami berharap ada kesadaran bersama untuk menjaga hutan. Jika hutan terus digunduli, maka krisis air akan semakin parah,” tegasnya.

Dayat mengimbau masyarakat melalui pemerintah desa agar segera melaporkan jika mengalami kekeringan atau krisis air bersih, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. (SR)

kampungbet

kampungbet

kampungbet

kampungbet

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *