SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 April 2026) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SPSE, SIKaP, dan E-Katalog Versi 6 bagi penyedia se-Pulau Sumbawa, Kamis (23/04), di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTB beserta jajaran, organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta para penyedia barang dan jasa.
Dalam sambutannya, Bupati Haji Jarot menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang pesat menuntut pemerintah untuk terus berinovasi, khususnya dalam sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Menurutnya, sistem digital bukan hanya alat bantu administrasi, tetapi memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Pengadaan barang dan jasa bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen penting dalam mewujudkan visi pembangunan dan penguatan ekonomi lokal melalui tata kelola yang kredibel dan akuntabel,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya perencanaan pengadaan yang matang. Ia menekankan bahwa kewajiban Pengguna Anggaran (PA) untuk menetapkan dan mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) melalui Sistem Informasi RUP (SIRUP) merupakan amanat undang-undang sekaligus bentuk transparansi kepada publik.
“SIRUP bukan hanya milik internal pemerintah, tetapi menjadi jendela informasi bagi masyarakat. Karena itu, jangan menunda input dan pengumuman RUP, sebab akan berdampak langsung pada pembangunan dan perputaran ekonomi daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan pengadaan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan dan ketepatan dalam menginput data ke dalam sistem. Keterlambatan dalam proses tersebut dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri serta produk UMKM dan koperasi. Ia mendorong optimalisasi penggunaan E-Katalog Versi 6 sebagai bagian dari transformasi digital pengadaan pemerintah.
“E-Katalog versi terbaru ini bukan sekadar pembaruan sistem, tetapi langkah besar dalam transformasi digital yang harus dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pengadaan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga oleh komitmen, kesungguhan, dan integritas para pelaksana.
“Pengadaan yang baik lahir dari integritas. Sistem hanyalah alat, tetapi komitmen manusianya yang menentukan,” pungkasnya. (SR)






