Gubernur Iqbal dan Menekraf Sepakat Jadikan NTB Percontohan KUR Ekonomi Kreatif

oleh -735 Dilihat

JAKARTA, samawarea.com (11 Maret 2026) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan pemerintah pusat sepakat menjadikan NTB sebagai role model nasional dalam implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor ekonomi kreatif. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur NTB, , dengan Menteri Ekonomi Kreatif RI, , di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (10/3).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Iqbal didampingi sejumlah pejabat Pemprov NTB, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Kepala Dinas Pariwisata, serta Kepala Bappeda NTB. Pertemuan membahas penguatan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk rencana kerja sama dengan sebagai mitra penyaluran pembiayaan di daerah.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor masa depan yang memiliki potensi besar menjadi sumber pertumbuhan baru daerah sekaligus membuka peluang luas bagi generasi muda.

“Jika skema pembiayaan ekonomi kreatif ini berjalan baik di NTB, maka modelnya dapat menjadi contoh nasional. NTB siap menjadi laboratorium kebijakan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas penguatan skema KUR industri kreatif berbasis kekayaan intelektual atau intellectual property (IP). Skema ini memungkinkan pelaku usaha kreatif memperoleh akses pembiayaan melalui aset tidak berwujud seperti merek, hak cipta, karya digital, maupun produk kreatif lain yang telah terdaftar.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai NTB memiliki potensi kuat untuk menjadi daerah percontohan dalam implementasi pembiayaan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.

“NTB memiliki visi yang jelas dalam pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu kami melihat NTB sangat tepat menjadi role model nasional dalam implementasi KUR ekonomi kreatif, termasuk melalui sinergi dengan Bank NTB Syariah,” katanya.

Melalui skema ini, pelaku usaha ekonomi kreatif yang telah melalui proses kurasi dapat memperoleh akses pembiayaan hingga ratusan juta rupiah. Kekayaan intelektual yang dimiliki pelaku usaha akan menjadi salah satu faktor pendukung dalam penilaian kredit, sehingga membuka peluang pembiayaan yang selama ini sulit dijangkau oleh banyak pelaku kreatif.

Selain pembiayaan, pertemuan tersebut juga membahas penguatan ekosistem ekonomi kreatif di NTB. Pemprov NTB mendorong pengembangan event kreatif berbasis IP agar daerah ini tidak hanya menjadi lokasi penyelenggara acara, tetapi juga mampu melahirkan kreator acara dengan kekayaan intelektual sendiri yang dapat dipasarkan secara nasional maupun internasional.

Gubernur Iqbal juga memaparkan arah pengembangan NTB yang tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga integrasi antara pariwisata, ekonomi kreatif, teknologi digital, energi terbarukan, serta konektivitas internasional.

Menurutnya, pendekatan pembangunan kawasan Bali–NTB–NTT ke depan perlu diarahkan pada integrasi regional, bukan sekadar kolaborasi antarwilayah.

Dalam konteks penguatan ekosistem digital, Pemprov NTB juga mendorong pengembangan talenta digital melalui program pendidikan teknologi informasi dan multimedia yang terhubung langsung dengan industri, termasuk rencana menghadirkan model pendidikan teknologi global di Pulau Lombok.

Selain itu, pengembangan kawasan juga diarahkan menjadi pusat ekosistem ekonomi digital. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan data center di kawasan timur Indonesia yang didukung energi baru terbarukan, termasuk pemanfaatan energi surya yang potensinya sangat besar di NTB.

Menurut Gubernur Iqbal, pengembangan Mandalika ke depan tidak hanya fokus pada investasi hotel dan event olahraga, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi digital serta komunitas digital nomad yang dapat menggerakkan aktivitas ekonomi sepanjang tahun.

Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat, mulai dari pengembangan talenta, pembiayaan, hingga penguatan infrastruktur digital.

Dengan dukungan kebijakan pembiayaan melalui KUR ekonomi kreatif serta penguatan ekosistem digital dan industri kreatif di daerah, NTB diharapkan dapat menjadi contoh nasional dalam pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *