Sumbawa Barat. Samawarea.com ( 28/2/2026) Sudah tiga hari terakhir aliran air dari Perusahaan Air Minum Daerah Bintang Bano di jalur Labuan Lalar, Kecamatan Jereweh, mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga di Desa Labuan Lalar kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, bahkan ada yang terpaksa tidak mandi selama tiga hari.
Salah satu warga Labuan Lalar, Maria, mengungkapkan bahwa selama tiga hari terakhir air dari PRUMDA tidak mengalir sama sekali. Ia mengaku kesulitan besar, apalagi dj Rumah Apung tempat lak saya tinggal sangat kesulitan karena tidak memiliki sumber air alternatif.
“Di Desa Labuan Lalar sekitar tiga hari air PRUMDA mati. Kak saya yang tinggal di rumah apung sampai tiga hari tidak mandi untuk mandikan anaknya. Dia tampung air hujan. Untuk penuhi kebutuhan sehari-hari harus cari sumur ke dalam kampung,” ungkap Maria.
Menurutnya, warga yang tinggal di bagian dalam kampung masih memiliki pilihan dengan meminta air ke tetangga yang memiliki sumur air tawar. Meski demikian, tidak semua sumur dapat digunakan karena sebagian besar air tanah di kawasan pesisir tersebut terasa asin.
“Kalau masyarakat yang di dalam kampung masih cukup dekat minta air sumur warga lain yang sumurnya tidak asin, mengingat Labuan Lalar merupakan daerah pesisir. Yang paling kasihan masyarakat yang tinggal di rumah apung. Tidak mungkin bisa buat sumur, sehingga satu-satunya sumber air bersih hanya dari PRUMDA Bintang Bano,” jelasnya.
Kondisi ini semakin berat karena terjadi di bulan Ramadan, saat kebutuhan air untuk berwudu, memasak, dan kebutuhan rumah tangga meningkat. Warga berharap distribusi air bersih segera kembali normal agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar.
Menanggapi keluhan warga, Direktur Perusahaan Air Minum Daerah Bintang Bano, Benny Ahmadi, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air disebabkan oleh bencana longsor di beberapa titik.
“Akibat longsor di beberapa titik seperti Poto Batu dan Bertong, pekerjaan menjadi terkendala. Longsor dan pohon tumbang di titik tertentu berdampak juga ke jaringan perpipaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Tim teknis sejak beberapa hari terakhir melakukan inspeksi jaringan serta pembuangan angin di JDU dan JDB guna mempercepat pemulihan aliran.
“Teman-teman dari kemarin dan hari ini terus inspeksi jaringan dan buang angin di JDU dan JDB. Mudah-mudahan segera normal. Pelayanan juga kami bantu menggunakan tangki air sejak tanggal 25 sampai sekarang,” tambahnya.
Benny berharap kondisi cuaca segera stabil agar proses perbaikan tidak kembali terganggu. Sementara itu, warga Labuan Lalar hanya bisa berharap air bersih segera mengalir kembali, mengingat ketergantungan penuh mereka pada layanan PRUMDA, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di rumah apung tanpa akses sumber air alternatif.






