Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 17/11/2025)
Rangkaian Malam Budaya, Lomba Shalawatan, dan Pameran Pembangunan dalam perayaan Hari Lahir (Harla) Kabupaten Sumbawa Barat ke-22 resmi ditutup pada Senin (17/11/2025). Lapangan depan Masjid Agung menjadi saksi meriahnya acara penutupan yang berlangsung hangat dan penuh antusias masyarakat.
Penutupan ini dihadiri Sekretaris Daerah KSB, drh. Hairul, M.M., bersama jajaran Forkopimda, termasuk Kajari KSB Agung Pamungkas, S.H., M.H., Kapolres KSB AKBP Zulkarnain, S.I.K., Kasdim 1628/KSB Mayor Cba Agus, S.H., serta Wakil Ketua DPRD KSB Merliza Amir Jawas, S.Sos.I., M.M.. Hadir pula para Asisten, Staf Ahli Bupati, hingga seluruh Kepala OPD.
Meski panggung utama Malam Budaya dan Pameran Pembangunan ditutup, gema perayaan Harla KSB ke-22 masih jauh dari selesai.
“Penutupan ini bukan akhir rangkaian Harla. Masyarakat masih bisa menikmati hiburan rakyat yang akan berpuncak pada konser Ada Band, 22 November mendatang,” ungkap Sekda Hairul dalam laporannya, mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Dalam sambutan penutup, Bupati H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si. menyampaikan apresiasi penuh kepada seluruh masyarakat KSB yang telah memeriahkan setiap kegiatan.
“Ini bukti kebersamaan kita menuju KSB Maju Luar Biasa,” ujarnya. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat Sumbawa Barat.
Tak lupa, Bupati mengundang masyarakat untuk hadir pada puncak peringatan Harla KSB.
“Mari sama-sama meriahkan puncak Hari Lahir Sumbawa Barat ke-22 di Lapangan Graha Fitrah pada 20 November 2025,” serunya.
Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi, Bupati bersama jajaran Forkopimda menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba, mulai dari Lomba Posyandu Tingkat KSB, Gerak Jalan Tepat Waktu, Karnaval Budaya, Cerdas Maju Luar Biasa, hingga Lomba Pameran Pembangunan.
Penutupan malam itu semakin semarak dengan persembahan seni budaya—mulai dari nyanyi solo, tarian daerah dan tutur—ditutup dengan penampilan memukau dari kelompok Flobamora. Keberagaman budaya dari Flores, Sumba, Timor, hingga Alor menciptakan suasana hangat yang menegaskan bahwa KSB adalah rumah inklusif bagi semua etnis yang hidup dan berkarya di dalamnya.
Rangkaian acara boleh berakhir satu per satu, tetapi semangat Harla ke-22 tetap menyala, mengalir bersama harapan dan kebersamaan seluruh masyarakat Sumbawa Barat.






